15.6.07

Ada Dua Zaman Bagi Allah Untuk Memberi Pegampunan. Dosa Apa Yang Tidak Dapat Diamuni Di Zaman Ini Atau Di Zaman Yang Akan Datang?

Matius 12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.




Di dunia ini bahasa aslinya adalah di zaman ini.
Dalam administrasi kepemerintahan Allah, pengampunan-Nya memiliki seluk beluk zaman. Untuk administrasi-Nya, Dia sudah merencanakan berbagai zaman.
Masa dari kedatangan Kristus kali pertama sampai kekekalan secara zaman dibagi ke dalam tiga zaman :
(1) zaman ini, zaman sekarang , dari kedatangan pertama Kristus sampai kedatangan-Nya kali kedua;
(2) zaman yang akan datang, masa milenium, seribu tahun untuk pemulihan dan pemerintahan surgawi, dari kedatangan kembali Kristus sampai akhir langit lama dan bumi lama; dan
(3) kekekalan, zaman kekal dari langit baru dan bumi baru.
Pengampunan Allah dalam zaman ini adalah untuk keselamatan kekal orang dosa. Pengampunan ini diberikan kepada orang dosa dan orang beriman.
Pengampunan Allah dalam zaman yang akan datang berhubungan dengan pahala sezaman kaum beriman.
Jika setelah beroleh selamat seorang beriman melakukan suatu dosa, tetapi tidak mau melakukan pemberesan melalui pengakuan dan pembersihan darah Tuhan (1Yoh. 1:7, 9), sebelum dia meninggal atau sebelum kedatangan kembali Tuhan, dosa itu tidak akan diampuni pada zaman ini, akan tetap ada dan akan dihakimi pada takhta penghakiman Kristus (2Kor. 5:10).
Dalam keadaan seperti itu, orang beriman tidak bisa diberi pahala berupa kerajaan; maksudnya tidak bisa mengambil bagian bersama dengan Kristus dalam kemuliaan dan sukacita dalam manifestasi Kerajaan Surga, tetapi akan didisiplinkan supaya dosa itu dibereskan, dan diampuni dalam zaman yang akan datang (18:23-35).
Pengampunan semacam ini akan memelihara keselamatan kekal kaum beriman tetapi tidak akan membuatnya memenuhi syarat untuk mengambil bagian dalam kemuliaan dan sukacita kerajaan yang akan datang.

No comments: