3.4.09

TIGA JAM KEDUA MANUSIA PENYELAMAT DIATAS SALIB

Lukas 23:44-45Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.Ayat Bacaan: Luk. 23:44-49; 2 Kor. 5:21; Yes. 53:10; Mat. 27:46Dalam Lukas 23:44-49 kita dapat melihat aspek kedua dari kematian Tuhan. Dalam aspek yang pertama, Dia menderita sebagai seorang martir dan dalam aspek yang kedua, Dia sebagai Penebus menderita penghakiman Allah bagi kita, orang-orang dosa. Lukas 23:44-45a mengatakan, “Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas dan kegelapan meliputi seluruh bumi sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar.” Siapakah yang membuat kegelapan meliputi seluruh bumi? Imam besar, Pilatus, prajurit-prajurit Romawi tentunya tidak dapat melakukan hal itu. Satu-satunya orang yang dapat membuat kegelapan datang pada siang hari adalah Allah.Kegelapan yang meliputi seluruh bumi pada waktu itu menandakan dosa. Ketika Tuhan Yesus disalibkan, pada tiga jam terakhir kegelapan meliputi seluruh bumi, hal itu menunjukkan bahwa Allah datang untuk menghakimi Kristus sebagai Pengganti dan Penebus bagi penggenapan penebusan kita. Alkitab mengatakan, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita… “ (2 Kor. 5:21a). Dia dijadikan dosa bagi kita, dihakimi dan diakhiri Allah, supaya kita bisa menjadi kebenaran Allah di dalam-Nya. Melalui kematian-Nya ini, Dia telah sepenuhnya mendamaikan kita kepada Allah.Kegelapan itu adalah satu petunjuk bahwa Allah yang benar telah datang menghakimi Tuhan Yesus sebagai Pengganti dan Penebus kita. Dia adalah Pengganti yang unik, yang universal bagi manusia. Dari jam sembilan sampai jam dua belas, Dia dianiaya oleh orang-orang Yahudi dan prajurit-prajurit Romawi sebagai seorang martir. Tetapi dari jam dua belas sampai jam tiga Dia bukan mati sebagai seorang martir, melainkan sebagai Pengganti bagi orang-orang dosa. Karena Allah mengakui Dia sebagai Penebus kita, maka Allah datang menghakimi Dia. Ini berarti selama tiga jam yang terakhir Tuhan di atas salib, Dia dihakimi oleh Allah bagi penggenapan penebusan kita. Selama waktu inilah Allah menganggap Dia sebagai Pengganti kita yang menderita karena dosa (Yes. 53:10). Kegelapan meliputi seluruh daerah itu karena sifat dosa dan perbuatan dosa kita dan semua hal negatif sedang ditanggulangi. Allah bahkan meninggalkan Dia (Mat. 27:46) karena dosa kita.

TIGA JAM PERTAMA MANUSIA PENYELAMAT DIATAS SALIB

Lukas 23:33Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.Ayat Bacaan: Luk. 23:26-39; Yes. 53:5, 8; Ezr. 6:11; Ul. 21:23; Yoh. 3:14Tuduhan-tuduhan yang diajukan pemimpin-pemimpin agama Yahudi terhadap Tuhan justru menyingkapkan kepalsuan dan penipuan mereka dalam agama mereka, dan penghakiman yang dibuat oleh pemerintahan Romawi menyingkapkan kegelapan dan kebusukan mereka dalam politik mereka. Penghakiman oleh para pemimpin Yahudi dan para penguasa Romawi adalah tahap terakhir dari pengujian terhadap Manusia-Penyelamat. Bagian pertama dari pengujian ini digenapkan di dalam Bait Allah, dan bagian yang terakhir digenapkan di hadapan Mahkamah Agama orang Yahudi dan di hadapan pemerintahan Romawi. Setelah semua tahap pengujian ini, Manusia-Penyelamat terbukti tanpa kesalahan apa pun. Karena itu, Dia terbukti sebagai satu-satunya Pengganti yang layak mati bagi orang-orang dosa.Atas desakan orang-orang Yahudi, Tuhan Yesus akhirnya disalibkan. Dalam Lukas 23:26-43 kita melihat bahwa di atas salib Manusia-Penyelamat menderita penganiayaan dari manusia. Dia dihina dan dicemooh oleh para pemimpin Yahudi dan prajurit-prajurit Romawi. Ini adalah penggenapan nubuat Yesaya 53:5, 8 mengenai penderitaan Manusia-Penyelamat. Kemudian, Tuhan Yesus digiring ke tempat yang bernama tengkorak (Luk. 23:32-33). Dia digiring bersama dengan kedua penjahat. Kemudian Dia di salibkan di antara para penjahat itu. Mereka juga membuang undi untuk membagi pakaian-Nya (Luk. 23:34). Tuhan Yesus disalibkan pada jam sembilan pagi dan tetap di atas salib sampai jam tiga sore. Tiga jam pertama Dia di hakimi oleh manusia, dan tiga jam yang terakhir dihakimi oleh Allah. Orang banyak berdiri disitu dan melihat semua itu. Para pemimpin-pemimpin, para prajurit itu mengejek Dia, bahkan salah satu penjahat yang di salibkan pun juga menghujat Dia (Luk. 23:33-39).Penyaliban adalah praktek kafir (Ezr. 6:11) yang diambil oleh orang Romawi untuk menghukum mati budak-budak dan pelaku kejahatan yang berat. Menyalibkan Tuhan Yesus bukan hanya menggenapkan nubuat Perjanjian Lama (Ul. 21:23; Gal. 3:13; Bil. 21:8-9), tetapi juga menggenapkan firman Tuhan sendiri mengenai cara kematian-Nya (Yoh. 3:14; 8:28; 12:32) yang tidak dapat digenapkan oleh praktek hukuman mati menurut agama Yahudi.

KRISTUS MATI BAGI KITA DALAM 7 STATUS

Lukas 23:46-47Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: “Sungguh, orang ini adalah orang benar!”Ayat Bacaan: Luk. 23:46-47; Yoh. 1:29; 1:1, 14; 3:14-15; 12:24; Rm. 6:6; Ibr. 2:14Kematian Manusia Penyelamat di atas salib adalah kematian yang ajaib, yang meliputi segala-galanya (almuhit). Ketika manusia Penyelamat mati di atas salib, Dia mati dengan tujuh status.
Pertama, Dia mati sebagai Anak Domba Allah untuk membereskan sifat dan perbuatan dosa. Sifat maupun perbuatan dosa dibereskan oleh Anak Domba Allah, yang berada di bawah penghakiman Allah di atas salib (Yoh. 1:29).
Kedua, Kristus mati sebagai manusia dalam daging. Dia memiliki rupa, bentuk, dari manusia yang telah jatuh, maka kematian-Nya membereskan daging yang telah jatuh (Yoh. 1:1,14). Ketiga, Tuhan mati sebagai seorang manusia dalam ciptaan lama, membereskan manusia lama kita (Rm. 6:6).
Keempat Manusia Penyelamat Mati adalah sebagai ular tembaga yang ditinggikan (Yoh. 3:14,15). Oleh kematian-Nya di kayu salib, Kristus menghancurkan Iblis, yang berkuasa atas maut (Ibr. 2:14).
Kelima, Kristus mati sebagai yang Sulung dari semua ciptaan (Kol. 1:15). Melalui kematian-Nya di atas salib, seluruh ciptaan lama telah dibereskan.
Keenam, Kristus mati sebagai Pembuat damai sejahtera. Melalui kematian-Nya, Kristus telah membatalkan semua ketentuan di antara manusia (Ef. 2:14,15).
Terakhir, Tuhan mati di atas salib sebagai sebutir biji gandum, untuk membebaskan hayat ilahi dari dalam-Nya (Yoh. 12:24).
Meskipun kuasa maut hebat, tetapi sumbernya (dosa dan Iblis) sudah dibereskan melalui kematian Kristus. Ini bukanlah perkataan kita; ini adalah kebenaran yang diwahyukan oleh Alkitab. Kita perlu mengumumkan fakta bahwa menurut firman Allah, Manusia-Penyelamat mati dengan tujuh status ini.Kematian Kristus yang almuhit ini digenapkan satu kali untuk selamanya. Dia tidak perlu mati lagi. Kematian Tuhan yang ajaib dan meliputi segala-galanya ini kekal. Jika kita nampak hal ini, kita akan memuji Tuhan bahwa sifat dosa, perbuatan dosa, daging, manusia lama, Iblis, dunia, ciptaan lama, dan semua ketentuan telah ditanggulangi, dan kekayaan ilahi telah dibebaskan dan disalurkan kepada kita. Melalui kematian Tuhan yang ajaib ini, maka sekarang kita adalah umat Yobel, umat yang diberkati.

4.3.09

TABUT ADALAH LAMBANG KRISTUS

Karena hukum Taurat, kesaksian Allah, ditaruh di dalam tabut (ay. 16, 21; Ul.10:1-5), tabut ini disebut Tabut Kesaksian (Kel. 25: 22; 26:33-34); dan karena tabut itu berada di dalam Kemah, maka Kemah itu disebut Kemah Kesaksian (Kel. 38:21;Bil.1:50, 53).
Sebagai perwujudan kesaksian Allah, tabut melambangkan Kristus sebagai perwujudan Allah (Kol. 2:9). Tabut sebagai lambang Kristus menunjukkan bahwa umat tebusan Allah dapat mengontak Allah dan menikmati Allah dalam Kristus dan melalui Kristus (Yoh.14:6; Ibr. 10:19-20).
Pusat dan isi Kemah, tabut juga melambangkan Kristus sebagai pusat dan isi gereja sebagai Kemah Allah, rumah Allah (Ef. 2:21-22; 1Tim. 3:15). Fakta bahwa tabut adalah butir yang disebut pertama dalam visi tentang Kemah dan perabotnya menunjukkan bahwa tabut menduduki tempat yang utama (cf. Kol. 1:18).
Ini juga menunjukkan bahwa gereja, Tubuh Kristus, yang dilambangkan oleh Kemah, berasal dari Kristus, yang dilambangkan oleh tabut.

KEMAH, BAIT, KRISTUS, GEREJA DAN AKHIRNYA YERUSALEM BARU

Kemah yang fisik (dan kemudian bait) sebagai tempat tinggal Allah dalam Perjanjian Lama sebenarnya adalah lambang umat yang korporat, yaitu bani Israel sebagai rumah Allah.
Pada permulaan zaman Perjanjian Baru Kristus yang berinkarnasi sebagai perwujudan Allah adalah Kemah dan bait Allah (Yoh. 1:14; 2:19-21).
Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus yang individual ini diperluas menjadi Kristus yang korporat, yaitu gereja yang tersusun dari kaum beriman Perjanjian Baru sebagai bait, rumah Allah, dan Tubuh Kristus (1 Kor. 3:16-17;1 Tim. 3:15 ; Ibr. 3:6; 1 Kor.12:12). Akhirnya, Kemah dan bait ini akan rampung dalam Yerusalem Baru-Allah Tritunggal berbaur dengan umat tebusan-Nya baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru-sebagai tempat kediaman Allah yang kekal (Why. 21:3, 22).

BAHAN PEMBANGUNAN RUMAH ALLAH YANG TAHAN UJI ADALAH KRISTUS

Mineral dalam Kel. 25: 3-9 melambangkan Kristus sebagai bahan bangunan yang ditentukan dan dipersiapkan oleh Allah.
Emas melambangkan sifat ilahi Kristus, yang murni dan kekal. Perak (Kel. 26:19; 27:10) melambangkan penebusan Kristus, yang juga melibatkan pengakhiran dan penggantian.
Tembaga (Kel. 27:2-4, 6;30:18) melambangkan Kristus yang telah diuji oleh penghakiman Allah (Bil. 16:39; 21:8-9).
Batu krisopras (ay. 7; Kel. 28:9-10), yang berwarna merah, melambangkan darah Kristus yang dicurahkan untuk penebusan. Batu permata lainnya (ay. 7; Kel. 28:17-20) melambangkan berbagai aspek yang berbeda dari pekerjaan pengubahan Roh Kudus (2 Kor. 3:18) berdasarkan penebusan Kristus.

3.3.09

THE NEW JERUSALEM - SUSTAINED BY THE RIVER OF LIFE WITH THE TREE OF LIFE

At the end of the Bible we see the consummation of the tree of life----the New Jerusalem. In the center of this city
we see the river of life, which proceeds out of the throne of God and the Lamb, and in which grows the tree of life that bears fruit every month (Rev. 22:1-2).
Our destiny and our portion for eternity will be the enjoyment of the tree of life and the water of life. The Bible concludes with a promise and a call. The promise is found in Revelation 22:14 which says, ‘‘Blessed are those who wash their robes, that they may have right to the tree of life.’’
The call is found in Revelation 22:17 which says, ‘‘He who wills, let him take the water of life freely.’’ Thus, the whole Bible ends with eating and drinking, with enjoying God as the tree of life and with drinking Him as the water of life. This is the consummation of the line of life.
What should we do today? We should not do anything. We should simply stay on the line of the tree of life, enjoying God as our life and as our life supply. God will take care of everything. Out of the enjoyment of the Lord as our life supply, we will have our daily life, walk, work, and the building up of the churches. Then everything we have will be according to God’s divine element, not according to our own concepts. Now we see the way we must take. May the Lord have mercy on us that we all may continue on the line
of life.

THE CHURCH AS THE BODY OF CHRIST - LIVING BY CHRIST AS LIFE

The church is the Body of Christ. It is impossible for the body not to enjoy the head. The body cannot be separated
from the head, for such separation means death. The entire church is the Body of Christ, depending on Christ and living by Christ as life (Eph. 1:23; Col. 3:4). By this we can see that the church may enjoy Christ as the tree of life.

26.2.09

SEMUA BAHAN PEMBANGUNAN KEMAH ADALAH LAMBANG KRISTUS

Semua bahan bagi pembangunan Kemah melambangkan kebajikan-kebajikan dari persona Kristus dan pekerjaan-Nya. Dua belas jenis bahan dipakai, dalam tiga kategori: mineral, melambangkan hayat Kristus yang membangun (1Kor.3:9-12); tumbuhan, melambangkan hayat Kristus yang melahirkan atau mempertumbuhkan (Yoh. 12:24); dan binatang, melambangkan hayat Kristus yang menebus (Yoh. 1:29).
Hayat yang menebus adalah untuk hayat yang melahirkan, dan hayat yang melahirkan adalah untuk hayat yang membangun. Fakta bahwa mineral disebut sebagai kategori yang pertama menunjukkan bahwa apa adanya Kristus dan apa yang telah Dia lakukan dan sedang Dia lakukan semuanya adalah untuk pembangunan Allah (Mat. 16:18).
Dalam Yerusalem Baru, yaitu perampungan akhir bangunan Allah, di sana hanya ada mineral-mineral: emas, mutiara, dan batu permata (Why. 21:18-21). Namun, untuk sampai kepada sasaran Allah, hayat yang menebus dan hayat yang melahirkan ini diperlukan.

PERSEMBAHAN TATANGAN MELAMBANGKAN KRISTUS YANG DITINGGIKAN

Keluaran 25:2 Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; …

Persembahan tatangan melambangkan Kristus yang ditinggikan, yaitu Kristus yang ditinggikan dalam kenaikan-Nya (Kis. 1:9); persembahan ini sering kali diikuti dengan persembahan unjukan (persembahan timangan), yaitu lambang dari Kristus yang bangkit (Kel. 29:26-28; Im. 7:30-32; Bil. 18:11).
Fakta bahwa bahan-bahan bagi pembangunan Kemah dipersembahkan kepada Allah oleh umat-Nya sebagai persembahan tatangan melambangkan bahwa gereja tidak dibangun dengan bahan-bahan alamiah apa pun, tetapi dibangun dengan Kristus yang telah diperoleh, dimiliki, dinikmati dan dialami oleh umat Allah dalam kebangkitan dan di dalam surga (Plp. 3:7-14; Ef. 3:8;2:5-6).

HUKUM TAURAT

Hukum Taurat Allah meliputi hukum moral (Kej. 20-23) dan hukum upacara (Kel. 25-Im. 27). Hukum moral, sebagai kesaksian Allah yang berdasar pada atribut-atribut ilahi-Nya, tersusun dari Sepuluh Perintah (Kel. 20:2-17), peraturan-peraturan (Kel. 20:22-26), dan ketentuan-ketentuan (Kel. 21:1 - 23:19) dan melambangkan Kristus sebagai kesaksian Allah, ekspresi Allah (lihat cat. 11 dalam ps. 20).
Hukum upacara terdiri atas hukum-hukum tentang Kemah, kurban persembahan, imamat, dan hari raya. Kemah melambangkan Kristus sebagai perwujudan Allah (Kol. 2:9; Yoh. 1:14) agar umat Allah dapat mengontak Dia dan masuk ke dalam Dia untuk kenikmatan mereka; kurban persembahan melambangkan Kristus sebagai berbagai jenis kurban (Im. 1-7; Ibr. 10:5-12) untuk memenuhi kebutuhan Allah terhadap umat-Nya dan memenuhi kebutuhan umat-Nya di hadapan-Nya; imamat melambangkan Kristus sebagai Imam Besar (Ibr. 8:1), yang memperhatikan umat pilihan Allah di hadapan Allah; dan hari raya melambangkan Kristus sebagai kenikmatan yang limpah lengkap dalam setiap aspek yang diberikan oleh Allah kepada umat pilihan-Nya (Kol. 2:16-17; Plp. 1:19).

22.2.09

PAUL - LIVING OUT THE LORD

Among all the New Testament believers, Paul was an example of a man who lived out the Lord. In Galatians 2:20
Paul said that Christ lived in him and that the life which he lived he lived by the faith of the Lord Jesus. Paul was saying that he himself had been crucified and buried, and that it was Christ who lived in him. Eventually Paul could say, ‘‘For to me to live is Christ’’ (Phil. 1:21). Christ was his life and his life supply, for Paul enjoyed Christ as the tree of life.

THE NEW TESTAMENT BELIEVERS - LIVING BY THE LORD

Our destiny as New Testament believers is simply to abide in the Lord and to allow the Lord to abide in us (John 15:5). This means that we enjoy the Lord. The Lord Jesus told us that we must eat Him, for he who eats Him shall live because of Him (John 6:57; 14:19). We must eat the Lord Jesus because He is our bread of life, our tree of life. The tree of life is life presented in the form of food. In John 6 the Lord presented Himself as the life supply also in the form of food, telling us that He is the bread of life (v. 35) and that His flesh is eatable (v. 55). If we eat Him, we will have Him as our life and as the life supply by which we live. This is the genuine enjoyment of the tree of life.

JESUS - AS THE SON OF GOD LIVING BY GOD

As we come to the New Testament, we see that the first person on the line of life in the New Testament was the Lord Jesus. Jesus not only enjoyed the tree of life; He was the tree of life. He Himself said that He came from the Father and that He lived by the Father (John 6:57). He did not live according to knowledge and learning. He lived, walked, and worked according to the Father who was working within Him (John 14:10).

18.2.09

DANIEL-PRAYING TO GOD

In the book of Daniel we can see a man who prayed constantly and contacted the Lord continually (Dan. 6:10-11; 9:3-4; 10:2-3, 12). According to Daniel 6, Daniel was preeminent among the governors and princes in the kingdom of Darius.
The other governors and princes were jealous and plotted against him, seeking to destroy him. When Daniel learned of this, he went to the Lord and prayed. The aim of the conspiracy of the one hundred twenty governors was to shake Daniel’s relationship with God. Nevertheless, Daniel opened his windows toward Jerusalem and prayed three times a day.
When Daniel learned from reading the prophecy of Jeremiah that the seventy-year period of exile and captivity was soon to expire, he began to pray (Dan. 9:2-3). Then he received another vision and he prayed continually for three weeks until the answer came (Dan. 10:1-3, 12).
Daniel’s prayer life issued out of a holy life. He lived a holy life in the heathen land of Babylon. For example, Daniel refused to eat the king’s food, the food which was first offered to idols and then used to feed the king and his people (Dan. 1:8).
Daniel refused that food, and he enjoyed God very much. He enjoyed God as the tree of life.

HARI RAYA TUJUH MINGGU ATAU HARI RAYA PENTAKOSTA ADALAH LAMBANG KENIKMATAN AKAN BUAH SULUNG ROH DARI KRISTUS YANG BANGKIT

Yaitu, Hari Raya Tujuh Minggu (Ul. 16:9-12), atau Hari Raya Pentakosta. Hari raya ini melambangkan kenikmatan akan buah sulung Roh dari Kristus yang bangkit (Rm. 8:23 dan cat. 1). Dalam perlambangan Perjanjian Lama, buah sulung menandakan Kristus yang bangkit (1Kor. 15:20, 23) yang dipersembahkan kepada Allah pada hari kebangkitan-Nya (Yoh. 20:17), yang dilambangkan dalam Im. 23:10-11 oleh buah sulung yang dipersembahkan kepada Allah pada hari setelah hari Sabat, yaitu hari kebangkitan (Mat. 28:1). Hari Pentakosta ini tepat lima puluh hari dari hari kebangkitan Kristus. Pada hari Pentakosta, Roh itu sebagai hasil yang penuh dari Kristus yang bangkit ini dicurahkan ke atas gereja (Kis.2:1-4). Ini menunjukkan bahwa Kristus yang bangkit menjadi Roh itu yang dicurahkan ke atas kaum beriman-Nya untuk kenikmatan mereka yang penuh (1Kor. 15:45; 2Kor. 3:17).

MUSA MENGANGKAT TANGAN DIPUNCAK GUNUNG ADALAH LAMBANG KRISTUS YANG BERDOA DISURGA

Keluaran 17:11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
Apabila Musa mengangkat tangannya, maka Yosua yang berperang bagi umat itu menang. Musa mengangkat tangannya di puncak gunung melambangkan Kristus yang naik ke surga dan berdoa syafaat di surga (Rm. 8:34b; Ibr. 7:25; cf. 1Tit. 2:8), dan Yosua melambangkan Kristus sebagai Roh yang berhuni yang berperang melawan daging (Rm. 8:9-11; Gal. 5:16-17). Amalek dikalahkan oleh Israel melalui suplai dari manna itu (ps. 16) dan air hidup (ay. 1-6) dan melalui pengangkatan tangan Musa dan peperangan Yosua. Demikian juga, kita menang atas daging melalui makan dan minum Kristus sebagai suplai hayat kita dan melalui berdoa bersama Kristus yang bersyafaat dan melalui mematikan daging dengan Kristus sebagai Roh yang berperang

16.2.09

PEMUKULAN TERHADAP BATU INI ADALAH LAMBANG PENYALIBAN KRISTUS

Pemukulan terhadap batu ini adalah satu gambaran yang jelas, lengkap, dan penuh tentang penyaliban Kristus. Batu itu dipukul dengan tongkat Musa (ay. 5).
Dalam perlambangan ini, Musa melambangkan hukum Taurat, dan tongkat mewakili kuasa dan otoritas hukum Taurat. Jadi, pemukulan terhadap batu itu dengan tongkat Musa melambangkan Kristus dimatikan di kayu salib oleh otoritas hukum Taurat Allah (cf. Gal. 2:19-20 a; 3:13).
Air yang mengalir keluar dari batu yang dipukul melambangkan Roh itu (Yoh. 7:37-39).
Melalui inkarnasi, Kristus datang ke bumi sebagai sebuah batu. Di kayu salib, Dia dipukul oleh otoritas hukum kebenaran Allah untuk menggenapkan penebusan Allah. Lambung-Nya ditusuk, dan air hidup mengalir keluar untuk diminum oleh umat Allah (Yoh. 19:34 dan cat.).
Air hidup ini adalah air hayat dalam kebangkitan, yaitu Roh pemberi-hayat yang almuhit, sebagai hasil akhir dari Allah Tritunggal (1Kor. 15:45; lihat cat. 391 dalam Yoh. 7).
Sumber dari air hayat ini adalah takhta Allah dan Anak Domba-Allah yang menebus (Why. 22:1). Maka, air hayat adalah Allah Tritunggal yang mengalir untuk menjadi hayat kita. Aliran air hayat ini dimulai dari takhta dalam kekekalan, dan dilanjutkan melalui inkarnasi, kehidupan insani, dan penyaliban Kristus (Yoh. 4:10, 14; 19:34), dan sekarang mengalir dalam kebangkitan untuk menyuplai umat Allah dengan segala kekayaan hayat ilahi Why. 22:1-2 ).
Bila kita menyatukan diri kita dengan Kristus yang terpukul ini, maka hayat ilahi sebagai air hayat akan mengalir keluar dari kita (Yoh. 7:38). Aliran air hayat dalam kebangkitan adalah bagi pembangunan Tubuh Kristus (1Kor. 12:13) dan persiapan mempelai perempuan Kristus (RWhy. 19:7), yang keduanya akan rampung dalam Yerusalem Baru (Why. 21:9-10; cf. Ef. 5:23, 5:28-30).
Untuk minum air hayat ini, pertama-tama kita perlu memiliki kedudukan untuk minum (1Kor. 12:13), dan kita juga perlu haus (Yoh. 7:37; Why. 21:6). Kemudian kita perlu datang kepada Tuhan (Yoh. 7:37; Why. 22:17), bertanya kepada Tuhan (Yoh. 4:10), percaya kepada Tuhan (Yoh. 7:38), dan berseru kepada nama Tuhan (Yes. 12:3-4; Kis. 2:21).

GUNUNG BATU ADALAH LAMBANG KRISTUS

Keluaran. 17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kau pukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.

Gunung, Menurut perkataan Paulus dalam 1Kor. 10:4, batu di sini adalah Kristus. Selain itu, batu karang rohani inilah yang mengikuti bani Israel dalam perjalanan-perjalanan mereka (cf. Bil. 20:8-11).

KAYU YANG MENYEMBUHKAN AIR PAHIT ADALAH LAMBANG SALIB KRISTUS

Kayu yang menyembuhkan air pahit melambangkan salib Kristus, yang adalah salib kesembuhan (1Pet. 2:24).
Sebagaimana Musa melihat visi tentang sepotong kayu dan melemparkan kayu itu ke dalam air pahit tersebut, demikian juga kita perlu melihat visi tentang Kristus yang tersalib dan menerapkan salib Kristus ke dalam situasi-situasi kita yang pahit.
Pengalaman terhadap kematian Kristus dalam alam kebangkitan (Flp. 3:10) ini akan membuat situasi-situasi kita yang pahit menjadi manis

DIBAPTIS KEPADA MUSA ADALAH LAMBANG DIBAPTIS KEPADA KRISTUS

Menurut 1Kor. 10:2, bani Israel "dibaptis kepada Musa di dalam awan dan di dalam laut." Musa adalah lambang Kristus dan wakil Kristus (Ibr. 3:1-6).
Jadi, dengan dibaptis kepada Musa, maka bani Israel sebenarnya dibaptis kepada Kristus, yang adalah Pemimpin mereka yang riil (ay. 19 dan catatan dalam Kel. 23:20).
Di dalam awan dan di dalam laut berarti di dalam Roh itu dan ke dalam kematian Kristus (1Kor. 12:13; Rm. 6:3-4 dan cat. 33 sampai 42). Sebagaimana awan dan laut itu adalah satu, demikian pula Roh itu dan kematian Kristus juga adalah satu (Rm. 8:13)

12.2.09

DAVID-TRUSTING IN GOD, LOOKING TO HIM, AND ENJOYING GOD’S LIFE

David was a man who trusted in God and looked to Him (1 Sam. 17:37, 45; 30:6). The secret of David’s life was that he desired to dwell continually in the house of God and to behold His beauty (Mzm. 27:4, 8, 14). This means that he enjoyed the presence of God. Moreover, he enjoyed God as the fatness and as the river of joy (Mzm. 36:8-9). David said, ‘‘With thee is the fountain of life.’’ This proves that even in ancient times David enjoyed God’s life as the tree of life and as the river flowing within him. This enjoyment of God made him such a great king among the children of Israel.

SAMUEL-PRAYING AND CALLING UPON THE LORD

Samuel was another wonderful person in the Old Testament, a man who prayed for the children of God continually.
The Bible says that Samuel told the people that he would not sin against the Lord in ceasing to pray for them (1 Sam. 12:23). When Samuel learned that King Saul offended God, he was grieved and cried to the Lord the entire night (1 Sam. 15:11).
Therefore, the Bible refers to Samuel as a man who called upon the name of the Lord (Mzm. 99:6) and as a man who stood in the presence of God (Yer. 15:1). All of this reveals to us that Samuel was a person who prayed continually, who called on the name of the Lord, and who stood in the presence of God. By standing in the presence of the Lord and by calling on the name of the Lord, he enjoyed the Lord, partaking of Him as the tree of life. This motivation and enjoyment made him such a wonderful person in human history.

9.2.09

DAGING ANAK DOMBA PASKAH ADALAH LAMBANG KRISTUS YANG TERSALIB DAN BANGKIT

Darah anak domba Paskah adalah untuk penebusan, untuk menebus bani Israel keluar dari penghakiman kematian Allah, dan daging anak domba adalah untuk suplai hayat, menguatkan umat itu keluar dari Mesir. Daging anak domba melambangkan hayat Kristus yang tersalib dan bangkit sebagai suplai bagi umat tebusan Allah. Melalui inkarnasi, penyaliban, dan kebangkitan Kristus, daging-Nya telah menjadi makanan umat tebusan Allah. Dalam realitas Paskah, darah Kristus dapat diminum, dan daging Kristus dapat dimakan, dan Kristus secara keseluruhan dapat dimakan (Yoh. 6:51-57,6:63)

DARAH DAN DAGING ANAK DOMBA MELAMBANGKAN DARAH DAN HAYAT KRISTUS

Keluaran 12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.

Darah yang dibubuhkan pada dua tiang pintu dan ambang atas rumah melambangkan darah penebusan Kristus (Mat. 26:28;Yoh. 19:34 ; 1Ptr. 1:18-19). Darah ini membuka jalan bagi orang-orang yang telah ditebus untuk masuk ke dalam rumah, menyiratkan bahwa darah Kristus membuka jalan bagi kita untuk masuk ke dalam Kristus, yang dilambangkan oleh rumah (Ibr. 10:19). Darah yang sama menutup jalan bagi si pembunuh, dengan demikian menjaga orang-orang yang telah ditebus itu dari penghakiman (ay. 23).

KRISTUS ADALAH ANAK DOMBA SEJATI YANG DIUJI EMPAT HARI

Keluaran 12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Anak domba Paskah diambil pada hari kesepuluh bulan itu (ay. 3) dan diuji selama empat hari untuk memastikannya tidak bercela (ay. 5); lalu dibunuh pada hari keempat belas. Demikian juga, Tuhan Yesus sebagai anak domba Paskah yang sejati diuji selama empat hari dan didapati sempurna, tanpa kesalahan (Yoh.8:46; Kel. 18:38; 19:4, 6), sebelum Dia dibunuh pada hari Paskah Luk. 22:7-8 , 14-15; Yoh. 18:28). Dalam Alkitab, tujuh hari melambangkan satu periode waktu yang lengkap, dan akhir dari satu minggu menyatakan akhir kehidupan. Fakta bahwa anak domba Paskah dibunuh pada hari keempat belas bulan itu, yaitu akhir dari dua minggu yang lengkap, melambangkan bahwa kematian Kristus mengakhiri seluruh sejarah kehidupan lama kita.

8.2.09

KRISTUS ADALAH PASKAH KITA YANG SEJATI

Keluaran 12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.

Kitab Keluaran adalah satu kitab tentang lambang-lambang yang melukiskan keselamatan Allah seperti yang diwahyukan dalam Perjanjian Baru. Paskah yang dilukiskan dalam pasal ini adalah satu lambang yang almuhit dari Kristus sebagai penebusan kita untuk memulai pengalaman kita atas keselamatan Allah. Ini adalah satu pengembangan yang penuh dari penebusan Kristus yang untuk kali pertama ditunjukkan dalam Kej. 3:21. Seluruh Paskah adalah lambang Kristus (1 Kor. 5:7); Kristus bukan hanya anak domba Paskah (Yoh. 1:29), melainkan juga setiap aspek dari Paskah itu.

KRISTUS ADALAH ADAM YANG AKHIR

Kristus bukan hanya Adam yang akhir (1 Kor. 15:45) tetapi juga manusia yang kedua (ay. 45). Adam yang pertama (ay. 45) adalah permulaan dari umat manusia; Adam yang akhir adalah akhir umat manusia.
Sebagai manusia yang pertama, Adam adalah kepala ciptaan lama, mewakili ciptaan lama dalam penciptaan. Sebagai manusia kedua, Kristus adalah Kepala ciptaan baru, mewakili ciptaan baru dalam kebangkitan.
Dalam seluruh alam semesta hanya ada dua manusia : manusia pertama, Adam, meliputi semua keturunannya; manusia kedua, Kristus, meliputi semua orang beriman-Nya.
Kita kaum beriman termasuk di dalam manusia yang pertama karena kelahiran, dan menjadi bagian dari manusia kedua melalui kelahiran kembali.
Iman kita telah memindahkan kita dari manusia pertama ke dalam manusia kedua. Dikatakan dari segi kita berbagian dengan manusia yang pertama, asal usul kita adalah tanah dan sifat hakiki kita adalah debu tanah.
Dikatakan dari segi kita berbagian dengan manusia yang kedua, asal usul kita adalah Allah dan sifat hakiki kita adalah surgawi.

GIDEON-FIGHTING IN THE PRESENCE OF THE LORD

Gideon’s outstanding characteristic was that he fought the battle in the presence of God (Judg. 6:12, 16). He not only lived, walked, and worked in the presence of the Lord, but fought with the presence of the Lord. We all must be like this. In one sense our daily walk is a walk, in another sense it is a work, and in still another sense it is a warfare. Whether we walk, work, or fight, we must be in the presence of the Lord. To be in the presence of the Lord simply means to have the enjoyment of the Lord as the tree of life. Gideon enjoyed God as the tree of life.

6.2.09

MUSA ADALAH LAMBANG KRISTUS SEBAGAI RASUL

Musa adalah hamba Allah pertama dalam Alkitab yang sepenuhnya layak, dan panggilan Allah terhadap Musa adalah standar dari panggilan-Nya terhadap semua hamba-Nya.

Sebagai seorang yang dipanggil dan diutus oleh Allah kepada umat-Nya, Musa melambangkan Kristus sebagai Rasul yang diutus kepada kita dari Allah dan bersama Allah (Yoh. 6:46;8:16,29; Ibr. 3:1-6).

MALAIKAT TUHAN ADALAH TUHAN SENDIRI “OH BETAPA AJAIB”

Gelar Malaikat Tuhan terutama mengacu kepada Kristus, Putra Allah, sebagai Yang diutus oleh Allah (cf. Yoh. 8:42) untuk menyelamatkan umat-Nya dari keadaan mereka yang menderita (cf. Hak.6:12-22;13:3-22).

Menurut ay. 2 dan 6, Malaikat Tuhan, yaitu Yang diutus, adalah Tuhan itu sendiri, Yang mengutus (cf. Zak. 2:6-11), dan Tuhan adalah Allah Tritunggal (Kel. 3 ay. 6, 15).

Untuk tujuan memanggil dan mengutus Musa, Allah, Yang mengutus ini, menampakkan diri kepadanya sebagai Yang diutus (cf. Yoh. 20:21).

KRISTUS ADALAH ADAM YANG AKHIR

Kristus bukan hanya Adam yang akhir (1 Kor. 15:45) tetapi juga manusia yang kedua (ay. 45). Adam yang pertama (ay. 45) adalah permulaan dari umat manusia; Adam yang akhir adalah akhir umat manusia.
Sebagai manusia yang pertama, Adam adalah kepala ciptaan lama, mewakili ciptaan lama dalam penciptaan. Sebagai manusia kedua, Kristus adalah Kepala ciptaan baru, mewakili ciptaan baru dalam kebangkitan.
Dalam seluruh alam semesta hanya ada dua manusia : manusia pertama, Adam, meliputi semua keturunannya; manusia kedua, Kristus, meliputi semua orang beriman-Nya.
Kita kaum beriman termasuk di dalam manusia yang pertama karena kelahiran, dan menjadi bagian dari manusia kedua melalui kelahiran kembali.
Iman kita telah memindahkan kita dari manusia pertama ke dalam manusia kedua. Dikatakan dari segi kita berbagian dengan manusia yang pertama, asal usul kita adalah tanah dan sifat hakiki kita adalah debu tanah.
Dikatakan dari segi kita berbagian dengan manusia yang kedua, asal usul kita adalah Allah dan sifat hakiki kita adalah surgawi.

4.2.09

JOSHUA-LIVING AND WORKING IN THE PRESENCE OF THE LORD

When God called Joshua, He encouraged him, assuring him that He would be with him as He was with Moses (Josh. 1:5-9).
The Lord told Joshua to be strong and courageous, for the Lord would be with him wherever he went. Joshua was a person who enjoyed God. As long as we enjoy God’s presence, we can be a Joshua today. God is not far from us; He is with us all the time.
Thus, we, like Joshua, can live, walk, and work in the presence of the Lord.

3.2.09

PERSEMBAHAN ISHAK ADALAH GAMBARAN PERSEMBAHAN KRISTUS

Perihal Abraham mempersembahkan anak tunggal yang dikasihinya, Ishak, di atas mezbah adalah gambaran jelas Allah Bapa mempersembahkan Anak Tunggal yang dikasihi-Nya, Yesus Kristus, di kayu salib.
Dalam gambaran ini Ishak melambangkan Kristus secara terperinci. Ishak sebagai anak tunggal Abraham (Kej. 22 ay. 2, 12, 16), melambangkan Kristus sebagai Putra Tunggal Allah Yoh. 3:16 ). Ishak adalah anak yang dikasihi Abraham (Kej 22 ay. 2), dan Kristus adalah Anak yang dikasihi Bapa, yang kepada-Nya Bapa berkenan (Mat. 3:17).
Ishak mengambil kehendak ayahnya (Kej. 22 ay. 6), dan Kristus juga memilih kehendak Bapa-Nya (Mat. 26:39). Ishak taat sampai mati (Kej. 22 ay. 9-10); demikian juga, Kristus taat sampai mati (Plp. 2:8).
Ishak memikul kayu untuk kurban bakaran dan berjalan ke atas Gunung Moria (Kej. 22 ay. 6); demikian pula, Kristus memikul salib-Nya dan berjalan ke Golgota (Yoh. 19:17).
Ishak dipersembahkan kepada Allah sebagai kurban bakaran di Gunung Moria; Kristus juga dipersembahkan kepada Allah di bukit yang sama (lihat Mrk. 10: 11) untuk menggenapkan lambang kurban bakaran. Ishak "dibunuh" di atas mezbah dan dikembalikan kepada Abraham pada hari ketiga, yaitu, dalam kebangkitan (Kej. ay. 4, 10-13; Ibr. 11:19); dengan cara yang sama, Kristus disalibkan di kayu salib dan dibangkitkan pada hari ketiga (1 Kor.15:4).
Ishak berkembang biak dalam kebangkitan (Kej. 22 ay. 17); Kristus juga berkembang biak dalam kebangkitan-Nya (Yoh. 12:24; 1Pet. 1:3).
Ishak adalah keturunan Abraham untuk menjadi berkat semua bangsa (Kej 22 ay. 18); demikian juga, Kristus adalah keturunan unik Abraham yang di dalam-Nya berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa (Gal. 3:8, 3:14,3:16).

THE CHILDREN OF ISRAEL-JOURNEYING IN THE PRESENCE OF THE LORD

For a period of forty years the children of Israel journeyed in the presence of the Lord (Exo. 13:21-22; Num. 14:14).
They had the pillar of cloud by day and the pillar of fire by night. The Israelites did not journey according to their
opinion, but simply followed the movement of the pillar.
Actually, there were not two pillars, but just one. In the day the pillar was like a cloud and in the night it was like
a fire. During the day God shaded the people, protecting them from the bright sunlight. During the night he gave
them light to illuminate their way. This pillar was God Himself. Therefore, during the forty years in the wilderness
the children of Israel enjoyed the presence of God. They also ate manna, the heavenly food, day after day, meaning
they enjoyed God as the tree of life. Thus, even in the wilderness we see the line of the tree of life. Although we
may have a negative concept about the children of Israel in the wilderness, they nevertheless experienced the tree of
life, enjoying God day by day.

BENYAMIN, ARTINYA ANAK TANGAN KANAN (KEJADIAN 49:27)

Benyamin adalah lambang Kristus, yang semula adalah Ben-oni, Anak dari penderitaan, dari kelahiran-Nya sampai kehidupan insani-Nya di bumi (Yes. 53:3), tetapi akhirnya menjadi Benyamin, Anak di sebelah kanan Allah, dari kebangkitan-Nya dan dalam kenaikan-Nya (Mat. 26:64).
Benyamin dan Yusuf, dua anak yang dilahirkan untuk Yakub oleh Rahel, keduanya melambangkan Kristus.
Meskipun Yusuf dilahirkan lebih dulu, dalam perlambangan dia adalah kelanjutan Benyamin, karena catatan kehidupan Yusuf (Kej. 37-50) mengikuti catatan kelahiran Benyamin.
Yusuf, seperti Benyamin, melambangkan Kristus yang menderita dan ditinggikan. Selama bagian pertama dalam hidupnya, Yusuf menderita sebagai anak penderitaan, dan selama bagian kedua dia ditinggikan ke takhta di sebelah kanan Firaun (Kej. 41:40-44).

MOSES-LIVING IN THE APPEARING AND THE PRESENCE OF GOD

After Moses had brought the children of Israel out of Egypt, God called him to the mountaintop, where he remained for forty days. While he was on the mountaintop, he was thoroughly infused with the shekinah glory of God. As he descended along the side of the mountain, the glory of God radiated from his face (Exo. 34:29). On this mountaintop
Moses experienced the full enjoyment of God as the tree of life. Although the tree of life had disappeared from
unbelieving men, it nevertheless appeared to a person like Moses. Moses enjoyed God as the tree of life on the mount of glory.
Moses, like Noah, received a vision of God’s building. While he was in the glory on the mountain, God gave him
a detailed pattern of His dwelling place on the earth (Exo. 25:9). If we are one with God as we minister and work forHim, our work will not be a labor, but an enjoyment

ISHAK ADALAH LAMBANG KRISTUS SEBAGAI ANAK TUNGGAL

Kejadian 25:5 Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak,

Allah menganggap Ishak sebagai anak tunggal Abraham, keturunan yang unik untuk mewarisi janji yang diberikan Allah kepada Abraham untuk menggenapkan tujuan-Nya (Kej. 22:2, 22:12, 22:16,22:18;17:19;26:3-4).

Sebagai yang demikian, dia melambangkan Kristus sebagai Putra Tunggal Bapa (Joh. 1:14;3:16), yang menerima semua milik Bapa (Joh. 3:35; 16:15 a).
Oleh anugerah, bukan oleh usaha Ishak, Ishak menjadi pewaris kekayaan bapanya

OSES-LIVING IN THE APPEARING AND THE PRESENCE OF GOD

After Moses had brought the children of Israel out of Egypt, God called him to the mountaintop, where he remained for forty days. While he was on the mountaintop, he was thoroughly infused with the shekinah glory of God. As he descended along the side of the mountain, the glory of God radiated from his face (Exo. 34:29). On this mountaintop
Moses experienced the full enjoyment of God as the tree of life. Although the tree of life had disappeared from
unbelieving men, it nevertheless appeared to a person like Moses. Moses enjoyed God as the tree of life on the mount of glory.
Moses, like Noah, received a vision of God’s building. While he was in the glory on the mountain, God gave him
a detailed pattern of His dwelling place on the earth (Exo. 25:9). If we are one with God as we minister and work for
Him, our work will not be a labor, but an enjoyment.

1.2.09

KEHIDUPAN YUSUF ADALAH SALINAN KEHIDUPAN KRISTUS

1. Sebagai gembala (Kej. 37: 2; Yoh. 10:11-16);
2. Sebagai orang yang dikasihi bapanya (Kej. 37: 3-4; Mat.3:17; 17:5);
3. Sebagai orang yang diutus oleh bapanya untuk melayani saudara-saudaranya menurut kehendak bapanya (Kej.37: 12-17; Yoh. 6:38);
4. Sebagai orang yang dibenci, dianiaya, dan dikhianati (dijual) oleh saudara-saudaranya (Kej. : 5, 18-36; Yoh. 15:25; Mat. 26:4, 26:14-16);
5. Sebagai orang yang dicampakkan ke dalam penjara maut bersama dua penjahat, yang satu dikembalikan dan yang lainnya dihukum (Kej. 39:20; 40:1-23; Kis. 2:23; Luk. 23:32, 23:39-43);
6. Dalam hal dibebaskan (dibangkitkan) dari penjara maut (Kej. 41:14; Kis. 2:24);
7. Dalam hal didudukkan di takhta dengan kuasa (Kej. 41:40-44; Mat.28:18; Kis. 2:36;Why. 3:21);
8. Dalam menerima kemuliaan dan karunia (Kej. 41:42; Ibr. 2:9; Mzm. 68:19; Kis. 2:33);
9. Dalam menjadi juruselamat dunia, penunjang hayat (pewahyu rahasia-rahasia) (Kej. 41:45; Kis. 5:31; Yoh. 6:50-51);
10. Dalam hal mengambil istri dari bangsa kafir (Kej. 41:45; Yoh. 3:29; Ef. 5:23-27; Why. 19:7); 11. Dalam menyuplai orang-orang dengan makanan (Kej. 41:56-57; Yoh. 6:35);
12. Dalam mengenali saudara-saudaranya yang bodoh dan dikenali oleh mereka (Kej. 45:1-4, 45:14-15; Rom. 11:26; Zak. 12:10; Why 1:7);
13. Dan dalam memerintah dalam kerajaan atas seluruh bumi (Kej. 41:40; 50:26; Why. 11:15; Dan. 7:13-14).

ISHAK LAMBANG KRISTUS YANG DIJANJIKAN (GAL. 3:16) DIBERIKAN KEPADA ABRAHAM OLEH ALLAH

Allah meminta Abraham mengembalikan kepada Allah apa yang telah diberikan kepadanya. Ini tentu adalah satu ujian untuk Abraham (Kej. ay. 1; Ibr.11:17).
Hal ini memperlihatkan satu prinsip dasar dalam ekonomi Allah: semua yang Allah berikan kepada kita, bahkan apa yang telah Dia garapkan ke dalam kita dan melalui kita, akhirnya harus dipersembahkan kembali kepada Dia, supaya kita dapat menempuh hidup oleh iman, tidak berpegang kepada sesuatu, termasuk segala sesuatu yang Allah berikan, tetapi hanya bersandar kepada Dia.
Setelah Ishak dipersembahkan, dia dikembalikan kepada Abraham dalam kebangkitan dan menjadi berkat (Kej. 22 ay. 12-13, 16, 18; Ibr.11:19). Demikian juga, setelah kita mempersembahkan kepada Allah apa yang telah kita terima dari Dia, Dia akan mengembalikannya kepada kita dalam kebangkitan dan akan menjadi berkat untuk menggenapkan tujuan-Nya.

ISHAK ADALAH LAMBANG KRISTUS

Perihal Abraham mempersembahkan anak tunggal yang dikasihinya, Ishak, di atas mezbah adalah gambaran jelas Allah Bapa mempersembahkan Anak Tunggal yang dikasihi-Nya, Yesus Kristus, di kayu salib.
Dalam gambaran ini Ishak melambangkan Kristus secara terperinci. Ishak sebagai anak tunggal Abraham (Kej. 22 ay. 2, 12, 16), melambangkan Kristus sebagai Putra Tunggal Allah Yoh. 3:16 ). Ishak adalah anak yang dikasihi Abraham (Kej 22 ay. 2), dan Kristus adalah Anak yang dikasihi Bapa, yang kepada-Nya Bapa berkenan (Mat. 3:17).
Ishak mengambil kehendak ayahnya (Kej. 22 ay. 6), dan Kristus juga memilih kehendak Bapa-Nya (Mat. 26:39). Ishak taat sampai mati (Kej. 22 ay. 9-10); demikian juga, Kristus taat sampai mati (Plp. 2:8).
Ishak memikul kayu untuk kurban bakaran dan berjalan ke atas Gunung Moria (Kej. 22 ay. 6); demikian pula, Kristus memikul salib-Nya dan berjalan ke Golgota (Yoh. 19:17).
Ishak dipersembahkan kepada Allah sebagai kurban bakaran di Gunung Moria; Kristus juga dipersembahkan kepada Allah di bukit yang sama (lihat Mrk. 10: 11) untuk menggenapkan lambang kurban bakaran. Ishak "dibunuh" di atas mezbah dan dikembalikan kepada Abraham pada hari ketiga, yaitu, dalam kebangkitan (Kej. ay. 4, 10-13; Ibr. 11:19); dengan cara yang sama, Kristus disalibkan di kayu salib dan dibangkitkan pada hari ketiga (1 Kor.15:4).
Ishak berkembang biak dalam kebangkitan (Kej. 22 ay. 17); Kristus juga berkembang biak dalam kebangkitan-Nya (Yoh. 12:24; 1Pet. 1:3).
Ishak adalah keturunan Abraham untuk menjadi berkat semua bangsa (Kej 22 ay. 18); demikian juga, Kristus adalah keturunan unik Abraham yang di dalam-Nya berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa (Gal. 3:8, 3:14,3:16).

30.1.09

JACOB - LIVING IN THE APPEARING OF GOD AND CALLING UPON THE NAME OF THE LORD

Jacob, as the third generation of the called race, was eventually led by God not to live by his supplanting way, but by the same way of contacting God as his grandfather and his father did. After being dealt with by the Lord for a considerable time, he learned to live in the appearing of God and to call upon the name of the Lord (Gen. 35:1, 9;
48:3). To him, this was not only the inherited way, but also the way to which he was led by God’s discipline.

RIBKA ADALAH LAMBANG GEREJA

Kej. 24:16
Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.


Ribka itu suci, baik hati, dan rajin. Ia juga mutlak atau tegas dalam keputusannya untuk mengambil Ishak sebagai suaminya (ay. 57-58, 61) dan taat kepada Ishak (ay. 64-65).

Sebagai orang yang demikian, ia adalah lambang yang terbaik dari gereja sebagai mempelai perempuan, istri Kristus.

ISAAC - LIVING IN THE APPEARING OF GOD AND CALLING UPON THE NAME OF THE LORD

Isaac, as the son of Abraham, was in the same way of contacting God as was his father. He also lived in the appearing of God and called upon the name of the Lord (Gen. 26:2, 24-25). He did not only inherit all the blessings of his father, but also his way to enjoy God.

24.1.09

Ishak Adalah Lambang Kristus Sebagai Mempelai Laki-Laki

Dalam catatan pernikahan Ishak ini, Abraham melambangkan Allah Bapa, hamba melambangkan Allah Roh, Ishak melambangkan Allah Putra, dan Ribka melambangkan umat pilihan Allah, yang akan dinikahi Putra dan menjadi pasangan-Nya.
Seluruh Perjanjian Baru adalah catatan Allah Tritunggal bekerja bersama guna mendapatkan sebagian ras manusia untuk menjadi mempelai perempuan, pasangan dari Putra (Joh. 3:29; 2Kor. 11:2; Ef. 5:25-32; Why. 19:7-9; 21:2, 21:9-10).
Dalam kekekalan yang lampau Allah Bapa memiliki tujuan kekal dan membuat rencana kekal untuk memperoleh gereja sebagai mempelai perempuan untuk Putra-Nya dari ras manusia (Ef.3:8-11).
Kemudian, dalam waktu, Allah Bapa mengutus Allah Roh untuk melaksanakan rencana-Nya melalui pergi mengontak mempelai perempuan pilihan-Nya dan membawanya kepada Allah Putra untuk menjadi pasangan-Nya, istri-Nya.

Abraham - Living in The Appearing of God and Calling Upon The Name of The Lord

Abraham was transfused with the appearing of the God of glory. While Abraham was in Ur of the Chaldees, the God of glory appeared to him and attracted him (Acts 7:2). According to the record in Genesis, God appeared to Abraham several other times as well (Gen. 12:7; 17:1; 18:1).
The God of glory appeared to Abraham again and again, each time transfusing and infusing His divine elements into him, enabling him to live by the faith of God. Abraham’s experience reminds us of a battery which operates well after it is charged, but which needs recharging after a period of time. According to God’s appearings to him. God called Abraham out of Ur of the Chaldees and led him on by appearing to him again and again. As I have mentioned previously, when God called Abraham to leave Ur, He did not give him a map or any directions. Abraham walked according to the appearing of God. If God’s appearing was in a certain direction,
Abraham simply moved in that direction. In this way Abraham enjoyed the riches of God.
In addition to experiencing the appearings of God, Abraham called upon the name of the Lord (Gen. 12:7-8).
This means that God is the God of His people who live in His appearing and who call upon His name. As Abraham lived in the appearing of God and called upon the name of the Lord, he enjoyed Him as the tree of life.

21.1.09

Keturunanmu,
Kej. 13:15; 15:18; 17:8; 24:7; 26:3-4; 28:4, 13; 35:12; 48:4; Kel.33:1;Ul. 34:4; 2Taw. 20:7; Neh. 9:8; Kis. 7:5

Keturunan dan tanah atau negeri itu melambangkan Kristus, yang adalah sentralitas dan universalitas ekonomi kekal Allah. Lihat cat. 31 dalam ps. 15. Kristus, Allah yang berinkarnasi, adalah keturunan tiga ganda: keturunan perempuan (Kej.3:15; Yes. 7:14; Gal. 4:4), keturunan Abraham (Kej. 12:7; Mat. 1:1; Gal. 3:16), dan keturunan Daud (2Sam. 7:12-14; Mat. 1:1; Mat. 22:42-45; Rom. 1:3; Why. 22:16). Sebagai keturunan perempuan, keturunan Maria (Mat. 1:16), Kristus menggenapkan penebusan untuk menghancurkan Iblis, ular, dan menyelamatkan kaum beriman dalam Kristus dari dosa dan maut (Ibr. 2:14; Mat. 1:20-21; 1Kro. 15:53-57). Sebagai keturunan Abraham, Kristus menjadi Roh pemberi-hayat yang almuhit (1Kor. 15:45; 2Kor. 3:17) supaya kaum beriman dalam Kristus, yang adalah keturunan Abraham (Gal. 3:29), dapat mewarisi Roh yang telah rampung, Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung, sebagai warisan ilahi, berkat rohani mereka untuk selama-lamanya (Kis. 26:18; Ef. 1:14 a; Gal_3:14). Sebagai keturunan Daud, Kristus membawa kaum beriman-Nya ke dalam kerajaan dan menyebabkan mereka berbagian dalam jabatan raja-Nya dalam kebangkitan-Nya di dalam kerajaan kekal Allah (2Tit. 2:12; Why. 20:4, Why. 20:6; Why. 22:5 b). Wahyu Kristus sebagai keturunan tiga ganda adalah isi dari Injil yang penuh.

Bagan 70 Minggu Dan Kedatangan Kristus