17.4.08

Bagaimana Memelihara Bejana - Tubuh

Bagaimana Memelihara Bejana
1. Tubuh

Manusia terdiri dari: roh, jiwa, dan tubuh. Roh sebagai bagian kita yang paling dalam, adalah organ batin, yang memiliki kesadaran akan Allah, supaya kita bisa berkontak dengan Allah (Yoh. 4:24; Rm. 1:9). Jiwa adalah diri kita (cf. Mat. 16:26; Luk. 9:25), terdapat di antara roh dan tubuh kita, yang memiliki kesadaran akan diri, agar kita bisa memiliki kepribadian. Tubuh sebagai bagian luar kita adalah organ lahiriah, yang memiliki kesadaran akan dunia, agar kita bisa berkontak dengan dunia materi. Tubuh menampung jiwa, dan jiwa adalah bejana yang menampung roh.

Dalam bagian ini saya akan mempersaksikan apa yang saya dapatkan sehingga saya memiliki suatu kehidupan yang berubah.
Bagian Pertama di bejana ini adalah roh manusia. Ini sebenarnya adalah bagian yang terpenting, tetapi bagian lain akan menjadi penting setelah keperluan dari bagian ini terpenuhi.
Saya akan memulai dengan kebutuhan yang paling luar, yang sebenarnya paling ringan, bahkan saya anggap paling rendah karena keperluan ini sama seperti keperluan binatang. Keperluan ini adalah keperluan akan TUBUH.
Keperluan Tubuh dalam pelajaran sekolah disebutkan ada dua yaitu : kebutuhan Primer dan Sekunder
Saudara hampir setiap orang memperhatikan keperluan ini, baik bagi dirinya maupun bagi orang yang dikasihinya, hampir semua pendidikan, ajaran, dorongan, adalah untuk memenuhi keperluan yang ini. Bahkan orang berani mengorbankan nyawa untuk keperluan ini.
Lalu bagaimana kita seharusnya?
Kita sebagai orang Kristen harus mengenal bahwa Allahlah sumber kehidupan juga adalah penunjang kehidupan, kalau kita menyadari hal ini kita akan menjadi orang yang dapat memelihara bejana. Hidup dalam damai sejahtera, dan sukacita.
Makan semua perlu makan, baik pangan,sandang, dan perumahan semua perlu, bahkan binatangpun perlu. Tetapi untuk keperluan ini, bagi kita atau bagi orang yang kita kasihi, kita seharusnya tidak diperbudak, melainkan kita mengaturnya dengan tepat.
Apakah anda karena untuk memenuhi keperluan susu anak anda, lalu berani mengorbankan nyawa, mengorbankan harga diri. Tentu tidak tetapi kita perlu mengaturnya. Apakah karena anda punya uang banyak sehingga dapat memenuhi keperluan susu bayi anda lebih banyak dari kebutuhannya? Tentu tidak semuanya tepat takaran.
Saudara supaya tidak berdebat, saya kembali kepada Tuhan, Bahwa Dia yang memberi dengan takaran yang tepat, takaran yang diguncang sehingga tumpah keluar.
Apakah dengan ini kita tidak bekerja? Salah, karena orang yang tidak bekerja tidak boleh makan. Karena itu saudara, dalam memenuhi keperluan ini kita harus mengenal Allah. Allah adalah sumber kehidupan juga penunjang kehidupan. Berjalanlah dengan normal, makanlah dengan normal bekerjalah dengan normal, biarlah semuanya normal dan seimbang. Lepas dari ini anda akan miring dan anda akan jatuh, banyak cari uang, mungkin dapat banyak tapi juga akan banyak keluar uang, ya karena sakit, karena refresing, karena makanan.
Jadi bagaimana kita makan, minum, pakaian, perumahan bahkan kebutuhan sekunder lainnya, biarlah dengan normal, maka anda akan menikmati damai sejahtera, dan sukacita. Itulah yan aku alami

No comments: