18.2.09

HARI RAYA TUJUH MINGGU ATAU HARI RAYA PENTAKOSTA ADALAH LAMBANG KENIKMATAN AKAN BUAH SULUNG ROH DARI KRISTUS YANG BANGKIT

Yaitu, Hari Raya Tujuh Minggu (Ul. 16:9-12), atau Hari Raya Pentakosta. Hari raya ini melambangkan kenikmatan akan buah sulung Roh dari Kristus yang bangkit (Rm. 8:23 dan cat. 1). Dalam perlambangan Perjanjian Lama, buah sulung menandakan Kristus yang bangkit (1Kor. 15:20, 23) yang dipersembahkan kepada Allah pada hari kebangkitan-Nya (Yoh. 20:17), yang dilambangkan dalam Im. 23:10-11 oleh buah sulung yang dipersembahkan kepada Allah pada hari setelah hari Sabat, yaitu hari kebangkitan (Mat. 28:1). Hari Pentakosta ini tepat lima puluh hari dari hari kebangkitan Kristus. Pada hari Pentakosta, Roh itu sebagai hasil yang penuh dari Kristus yang bangkit ini dicurahkan ke atas gereja (Kis.2:1-4). Ini menunjukkan bahwa Kristus yang bangkit menjadi Roh itu yang dicurahkan ke atas kaum beriman-Nya untuk kenikmatan mereka yang penuh (1Kor. 15:45; 2Kor. 3:17).

No comments: