3.8.07

Kita Perlu Apa agar Langit Terbuka dan Menerima Terang Surgawi?

Yohanes 1:51
Lalu kata Yesus kepadanya, " Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia



Ini adalah penggenapan dari mimpi Yakub (Kej. 28:11-22). Kristus sebagai Anak Manusia, dengan keinsanian-Nya, adalah tangga yang didirikan di bumi yang menjulang ke langit, membuat langit terbuka bagi bumi dan menyatukan bumi dengan langit untuk rumah Allah – Betel.
Yakub menuang minyak ( lambang dari Roh Kudus, ekspresi akhir dari Allah Tritunggal yang mencapai manusia) di atas batu (lambang dari manusia yang telah di ubah), agar ia menjadi rumah Allah.
Dalam pasal ini, untuk rumah Allah ada Roh itu (ay. 32) dan batu (ay. 42) dengan Kristus di dalam keinsanian-Nya. Di mana ada hal-hal ini, di sana ada langit terbuka.

Pasal ini, sebagai pendahuluan kitab ini, memperkenalkan Kristus adalah Anak Allah (1:34, 49), juga Anak Manusia. Natanael mengenali-Nya sebagai Anak Allah dan menyebut-Nya demikian (1:49), tetapi Kristus berkata kepada Natanael bahwa Ia adalah Anak Manusia. Anak Allah adalah Allah, memiliki sifat Allah. Anak Manusia adalah manusia, memiliki sifat manusia. Untuk menyatakan Allah (1:18) dan membawa Allah kepada manusia, Ia adalah Anak Tunggal Allah. Untuk pembangunan tempat kediaman Allah di antara manusia di bumi, Ia adalah Anak Manusia. Pembangunan Allah memerlukan keinsanian-Nya. Di dalam kekekalan yang lampau Kristus hanyalah Allah, hanya Anak Allah, hanya memiliki keilahian; tetapi di dalam kekekalan yang akan datang Kristus adalah Allah juga manusia, adalah Anak Allah juga Anak Manusia, selamanya akan memiliki sifat ilahi dan insani.

No comments: