14.7.07

Kedatangan Kristus Yang Kedua memiliki Dua Aspek. Aspek Apakah itu?

Matius 24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.


Kedatangan Kristus yang kedua mempunyai dua aspek : satu adalah aspke rahasia, tersembunyi, berhubungan dengan kaum beriman-Nya yang berjaga-jaga; yang lain adalah aspek terbuka, berhubungan dengan orang Yahudi yang tidak percaya dan orang bukan Yahudi.
Kilat di sini melambangkan aspek terbuka, yang akan terjadi setelah kesusahan besar (ay. 29-30), sedangkan kedatangan pencuri dalam ay. 43 melambangkan aspek rahasia, yang akan terjadi sebelum kesusahan besar.
Kilat bisa dianggap tersembunyi di balik awan, menunggu kesempatan untuk memancarkan sinarnya. Demikian pula, Kristus akan diselubungi awan (Why. 10:1) di angkasa sejangka waktu dan kemudian tiba-tiba nampak seperti kilat yang memancarkan sinarnya ke bumi.
Karena itu, kedatangan Tuhan pada aspek seperti kilat akan menjadi tanda kesudahan parousia Tuhan (lihat cat. 33). Ini juga menyiratkan bahwa Tuhan seperti aliran listrik.

Apakah yang Disebut Bangkai dan Burung Nazar dalam Matius 24 : 28?

Matius 24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."


Berdasarkan konteksnya, ay. 15 dan 21 menyiratkan bahwa pada akhir zaman ini Antikristus akan menjadi penyebab kesusahan besar. Dialah yang perlu dihakimi dan dibinasakan.
Semua orang yang ada di dalam Adam sudah mati (1Kor. 15:22); jadi, Antikristus jahat yang dengan pasukan jahatnya akan berperang melawan Tuhan di Harmagedon (Why. 19:17-21) adalah mayat yang busuk di pandangan Tuhan, hanya cocok untuk dijadikan makanan burung nasar.
Selanjutnya, dalam Kitab Suci, Tuhan dan semua orang yang percaya kepada-Nya diibaratkan seperti burung elang (Kel. 19:4; Ul. 32:11; Yes. 40:31), dan pasukan penghancur yang cepat diibaratkan seperti elang yang terbang (Ul. 28:49; Hos. 8:1). Karena itu, burung nasar di sini, sebagai burung pemakan bangkai yang mirip elang, tentu mengacu kepada Kristus dan para pemenang-Nya, yang akan datang sebagai pasukan yang terbang dengan pesat untuk berperang melawan Antikristus bersama pasukannya dan membinaskan mereka di Harmagedon, dengan demikian melaksanakan penghakiman Allah atas mereka.
Ini tidak hanya menunjukkan bahwa pada penampakan-Nya, Kristus bersama orang kudus-Nya yang menang akan menampakkan dirii di tempat Antikristus dan pasukannya berada, tetapi juga menunjukkan bahwa Kristus bersama para pemenang-Nya akan menampakkan diri dengan cepat dari angkasa, seperti burung nasar. Ini berhubungan dengan cahaya kilat dalam ayat sebelumnya.

Matius 24 : 32 Adalah Sebuah Nubuat. Tahukah Bahwa nubuat ini telah diGenapi?

Matius 24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.


Pohon ara, yang melambangkan bangsa Isarel, dikutuk dalam 21:19 (lihat cat. di sana). Pohon ini melewati musim dingin yang panjang, dari abad pertama sampai tahun 1948, ketika Israel dipulihkan sebagai suatu bangsa dan negara. Pada saat itu ranting-rantingnya mulai melembut dan bertunas. Bagi kaum beriman, pohon ara ini adalah tanda kesudahan zaman ini.

Ranting-rantingnya melembut melambangkan pemulihan hayat.

Mulai bertunas melambangkan memiliki kegiatan-kegiatan luar.
Musim dingin melambangkan masa kering (21:19), masa kesusahan (ay. 7-21); musim panas melambangkan zaman kerajaan yang terpulih (Luk. 21:30-31), yang akan dimulai pada kedatangan Tuhan kali kedua.

Apakah Maksud Ayat Ini Adalah Masuk Neraka atau Apa? Padahal Orang Ini Adalah Hamba Tuhan.

Matius 24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.


Mengacu kepada dikerat dari Kristus yang mulia, dari kemuliaan kerajaan-Nya, dan dari penyertaan-Nya, tidak dapat mengambil bagian dalam Kristus dan kemuliaan kerajaan-Nya dalam amnifestasi kerajaan yang akan dinikmati oleh hamba-hamba yang setia (ay. 45, 25:21, 23). Ini berhubungan dengan dibuang... ke dalam kegelapan yang paling gelap dalam kesimpulan perumpamaan talenta (25:14-30), yang melengkapi bagian ini, ay. 45-51.

Injil yang diberitakan Perjanjian Baru kepada kita adalah Injil Kerajaan (Mat. 3:1-2, 4:17, 23, 10:7, 24:14). Kita telah dilahirkan kembali ke dalam kerajaan (Yoh. 3:5) dan telah dipindahkan ke dalam kerajaan (Kol. 1:13). Sekarang kita berada di dalam kerajaan (Why. 1:9), yang hari ini adalah kehidupan gereja yang wajar (Rm. 14:17). Namun, tempat kita berada sekarang dan yang ada di dalam gereja hari ini adalah kerajaan dalam realitasnya, sedangkan yang akan datang dengan kembalinya Kristus kelak akan menjadi kerajaan dalam manifestasinya.
Kerajaan dalam realitasnya, atau realitas kerajaan, adalah suatu pelatihan dan suatu pendisiplinan bagi kita (Mat. 5:3, 10, 20, 7:21) di dalam gereja hari ini; sedangkan kerajaan dalam manifestasinya, atau manifestasi kerajaan, akan menjadi suatu pahala dan suatu kenikmatan bagi kita (Mat. 16:27, 25:21, 23) di dalam Kerajaan Seribu Tahun pada zaman yang akan datang. Jika kita menerima pelatihan Roh itu dan pendisiplinan Allah di dalam realitas kerajaan hari ini, kita pasti menerima pahala Tuhan dan masuk ke dalam kenikmatan perhentian Sabat yang akan datang (4:9) di dalam manisfestasi kerajaan dalam zaman yang akan datang; kalau tidak, kita akan kehilangan kerajaan yang akan datang, tidak akan mendapat pahala manifestasi kerajaan pada waktu Tuhan datang kembali, tidak mempunyai hak untuk masuk ke dalam kemuliaan kerajaan guna berbagian dalam pemerintahan Kristus di dalam Kerajaan Seribu Tahun, dan akan kehilangan hak kesulungan kita sehingga kita tidak dapat mewarisi bumi di dalam zaman yang akan datang, tidak dapat menjadi imam-imam rajani yang melayani Allah dan Kristus di dalam penyataan kemuliaan-Nya, dan lebih lagi tidak dapat menjadi raja bersama Kristus, berkuasa atas seluruh bangsa dengan otoritas ilahi-Nya (Why. 20:4, 6).
Kehilangan kerajaan yang akan datang, kehilangan hak kesulungan ini tidaklah berarti bahwa akan binasa, melainkan hanya akan kehilangan pahala, bukan kehilangan keselmatan. Lihat cat. 352 dalam ps. 10. Kita akan menderita kerugian, tetapi tetap akan diselamatkan, namun seperti dari dalam api (1Kor. 3:14-15). Ini adalah konsepsi yang mendasari kelima peringatan yang diberikan kitab Ibrani dan yang terlihat di mana-mana. Semua butir negatif dari peringatan-peringatan ini berhubungan dengan keilangan pahala dalam kerjaan yang akan datang; sedangkan semua butir positifnya berhubungan dengan pahala dan kenikmatan kerajaan.
Ketujuh surat rasul dalam Why. 2 dan 3 juga diakhiri dengan konsepsi yang sama – mendapatkan pahala kerajaan atau kehilangan kerajaan. Hanya dalam terang konsepsi inilah kita dapat dengan benar memahami dan dengan tepat menerapkan firman dalam Mat. 5:20,