Showing posts with label Harta dan Bejana. Show all posts
Showing posts with label Harta dan Bejana. Show all posts

17.4.08

Keseimbangan Antara Harta dengan Bejana

Bagian ini seharusnya jelas bagi kita karena telah nampak didepan bahwa Bejana dan Harta sama Pentingnya. Harta tanpa Bejana, Kehendak Allah tidak tercapai, Bejana tanpa Harta kosong dan sia-sia. Namun saya sangat terbeban dengan bagian ini, karena ini adalah Tujuan Allah.
Allah menginginkan bahwa melalui manusia Allah dinyatakan, dan melalui manusia juga Allah diwakili (Kej. 1:26).
Beberapa Contoh


Sadhu Sundar Singh adalah seorang penginjil kenamaan dari India. Ia pernah tinggal di Keswick (Inggris) selama setengah tahun. Ketika saya berkunjung ke kota itu, ada orang memberi tahu saya bahwa keluarga yang memberi tumpangan kepadanya merasa sangat dipersulit olehnya. Ketika itu cuaca sangat dingin, mereka telah menyediakan ranjang untuknya, tetapi setiap malam ia tidur di lantai. Ia benar-benar orang India tulen.
Saudara, khasus ini menunjukan tidak ada keseimbangan.

Pada suatu hari, ia bertunangan dengan seorang saudari dan esok harinya kebetulan adalah Hari Tuhan. Waktu itu saya berjumpa dengan dia, dan dia memberi tahu saya suatu perkara yang menggelikan. Katanya, རྔSetelah saya berkhotbah pada hari Minggu itu, saya merasa sangat gembira, sebab saya heran bahwa kemarinnya saya baru saja bertunangan, tetapi pada hari berikutnya saya masih dapat berkhotbah! རྔApakah Anda kira setelah bertunangan tidak dapat berkhotbah?རྒ tanya saya. Saudara ini mengira, kalau kemarin bertunangan, pasti hari ini tidak dapat berkhotbah.
Saudara ini juga contoh yang tidak seimbang

Ada seorang pendeta tua yang sangat memuji kelakuan seorang pendeta muda di Shantung, katanya, ia sangat baik, sebab setelah ia menikah, pada hari itu juga ia pergi memberitakan Injil, dan selama dua bulan tidak berjumpa dengan istrinya. Kalau kita membaca Perjanjian Lama, kita malah nampak bahwa orang yang baru menikah, dalam jangka waktu satu tahun tidak boleh ikut berperang. Alkitab sangat mementingkan hari itu. Itu sama sekali bukan soal hawa nafsu.
Saudara ini juga sama tidak seimbang. Lihatlah pendeta tua itu ia malah memuji. Menunjukan ia tidak seimbang juga.
Saudara Keseimbangan adalah hidup yang normal. Maka kalau kita mengenal ini kehidupan kita sangatlah indah. Didalam penuh damai dengan orang luar juga jadi kesaksian.

Bagaimana Proses Harta di Dalam Dapat Ternyatakan

Pertama adalah menerima pemberian makan. Satu Petrus 2:2 berkata, "Sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni ...." Saya teringat akan pengalaman saya. Ketika saya diselamatkan, saya mulai mencintai Alkitab dan menikmati pembacaan firman Allah. Setiap kali saya membacanya, saya diterangi dan merasakan kemanisannya yang tiada bandingan.
Kedua adalah menerima pengudusan. Tuhan Menguduskan kaum beriman secara watak agar mereka dapat berbagian dalam sifat kudus Allah dan menjadi satu dengan Allah dalam atribut ilahi-Nya (Rm.15:16). Pengudusan yang sedemikian menggunakan elemen hayat Allah sebagai bahannya dan dilaksanakan melalui pekerjaan pengudusan di dalam kaum beriman oleh Roh hayat (Rm. 8:2).
Ini benar-benar pengalaman saya dalam perihal pengudusan watak. Setelah diselamatkan, karena saya mengasihi Tuhan dan sedang bertumbuh dalam hayat, maka sifat kudus Allah terus-menerus melaksanakan pekerjaan pengudusan di dalam saya. Ketika saya pergi ke pusat pertokoan, saya melihat sesuatu, namun saya tidak dapat m emakainya; kemudian saya melihat barang lain, tetapi saya tidak dapat memakainya juga.
Ketiga adalah mengalami pembaharuan pikiran. Roma 12:2a berkata, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu (pikiranmu — T1.)." Kita tidak boleh menjadi serupa dengan dunia ini. Ini berarti bahwa kita tidak seharusnya mengikuti perkembangan mode. Sebaliknya, kita harus diubah oleh pembaruan pikiran.
Efesus 4:23 berkata, "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu (roh pikiran — Tl.)." Ayat sebelumnya mengatakan menanggalkan manusia lama (ay. 22), ayat sesudahnya mengatakan mengenakan manusia baru (ay. 24), dan ayat yang di tengah mengatakan dibarui di dalam roh pikiran kita. Roh pikiran kita adalah roh yang telah dilahirkan kembali yang berbaur dengan Roh Allah yang menyebar ke dalam pikiran kita untuk mengendalikannya. Dengan demikian, pikiran kita dibarui.
Keempat adalah Pengubahan. Kaum Beriman Diubah Menjadi Serupa dengan Gambar Tuhan melalui Berpaling kepada Tuhan dan Memandang Dia dengan Muka yang Tidak Berselubung. Jika kita damba untuk memilliki pengubahan yang demikian, pertama-tama kita harus menyingkirkan berbagai jenis selubung yang berasal dari konsep-konsep kita yang usang melalui berpaling kepada Tuhan (2 Kor. 3:16) dan memandang Dia dengan muka yang tidak berselubung serta mencerminkan kemuliaan-Nya (ay. 18).
Kelima adalah Pembangunan. Pengubahan kaum beriman di dalam hayat ilahi membuat mereka diikat dan dijalin bersama dengan kaum beriman lainnya sebagai sesama anggota Kristus karena pertumbuhan mereka dalam hayat ilahi. Pengikatan dan penjalinan bersama ini menjadi pembangunan manusia-manusia Allah dengan manusia-manusia Allah lain di dalam hayat ilahi.
Keenam adalah Penyerupaan. Penyerupaan adalah diserupakan dengan gambar Putra sulung Allah:
Putra sulung Allah adalah Kristus sebagai Manusia Allah. Diserupakan dengan gambar Putra sulung Allah adalah kaum beriman bertumbuh sepenuhnya dalam hayat sebagai para manusia Allah:
melalui Diserupakan dengan kematian Kristus dalam segala sesuatu melalui kuat kuasa kebangkitan-Nya — Flp. 3 :10. Dan Memperhidupka Kristus untuk memperbesar Dia melalui suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus (yang adalah Manusia Allah itu) — Flp. 1:19-21a.
Sehingga kita Menjadi cetak ulang dari Manusia Allah itu, Kristus, agar kaum beriman dapat menjadi sama persis seperti Dia, Putra sulung Allah -1 Yoh. 3:2.
Ketujuh adalah Pemuliaan. Pemuliaan dalam Roma 8 ayat 30 adalah penyebaran kemuliaan Kristus dari kaum beriman melalui pertumbuhan mereka hingga matang dalam hayat Kristus. Pemuliaan juga merupakan masuknya kaum beriman ke dalam kemuliaan Allah — Ibr. 2:10; 1 Ptr. 5:10; 1 Tes. 2:12. Dan perampungan keselamatan Allah ini adalah Yerusalem baru.

Manakah yang Lebih Penting? Harta atau bejana

Ada bejana tanpa isi, bejana tak ada guna. Ada harta tak ada tempat, harta tak ternyata. Jadi manakah yang lebih penting? Harta atau Bejana. Kedua-duanya sama penting ketika Harta sudah didalam bejana.
Saya sampaikan ini, karena banyak orang salah mengerti tentang seorang yang rohani. Mereka menganggap seorang rohani adalah seorang yang hidup di surga dan suci sehingga tidak ada orang lain lagi. Atau menganggap bahwa orang lain tidak serohani dirinya sehingga ia terus berusaha memisahkan diri dari orang yang disekitarnya. Atau bahkan tidak memperhatikan orang yang didekatnya karena ia hidup bagi Tuhan. Ini salah.
Satu ayat yang seri ng salah penerapan adalah Luk 14:26 yang mengatakan "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Banyak orang atas nama pelayanan , orang meninggalkan keluarhganya, tidak memperdulikan keluarganya, ini bukan berasal dari mengasihi Tuhan melainkan dari kekejamannya sendiri. Kejadian ini sangat umum tetapi tidak diperkenan oleh Allah.
Lihatlah pada diri Tuhan Yesus, Dia sangat seimbang, sangat normal. Ingatlah ketika terakhir kali dia hidup di bumi diatas salib dia mengatakan beberapa perkataan dan salah satunya adalah inilah ibumu, dan inilah anakmu. Dia berkata demikian kepada Yohanes yang menunjukan betapa Tuhan memperhatikan orang yang dekat dengan Dia.
Jadi apa maksudnya perkataan dalam Lukas diatas? Maksudnya adalah membeci keinginan mereka termasuk membeci keinginan diri sendiri, tetapi tidak membenci personanya.
Karena itu tujuan Allah menciptakan manusia seperti dalam kejadian 1: 26, adalah manusia menyatakan, menampilkan Allah dan berkuasa bagi Allah. Ini berarti melalui bejana ini Allah dinyatakan, diwujudkan, ditampilakan dan melalui bejana ini Allah diwakili.
Saudara, karena itu kita perlu dengan baik-baik memelihara roh, jiwa dan tubuh ini. Dan Tuhanpun melakukan ini bagi kita 1Th 5:23 mengatakan “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Bagaimana Memelihara Harta

Harta ini, bukanlah emas batangan, atau uang atau apapun yang sifatnya sementara. Tetapi harta ini adalah Allah Tritunggal yaitu Yesus Kristus sebagai Roh itu yang ada dalam bejana.
Sama seperti tubuh ini perlu dipelihara dengan diberi makan, yang sehat, bergizi, istirahat, dan beraktivitas yang normal, maka tubuh ini akan sehat, demikian juga dengan Harta ini.
Harta ini adalah seorang pribadi yang hidup, bahkan seorang yang berkuasa dan penuh dengan kekuatan. Mari kita melihat pengalaman Paulus tergadap Harta ini didalam kehidupannya. Saya sampaikan ini, karena dalam penghidupan kita juga banyak hal yang menyulitkan, namun dalam kehidupan Paulus nyata betapa luar biasanya kekuatan Harta ini.
2 Korintus 4: 7-10 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
Juga didalam 2 Korintus 6 :4-10 yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela, ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai, sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.
Rindukah kita mengalami? Harta ini bukan hanya dikususkan untuk Paulus atau Para Rasul tetapi Harta ini telah ada di dalam kita. Bagaimana caranya “supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kita.”.
Saudara Yohanes 6 ayat 57 mengatakan “ Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. “ jadi jalan satu satunya untukdapat hidup oleh Dia adalah memakan Dia atau dengan kata lain supaya Dia yang penuh Kuasa itu nyata/diperhidupkan adalah melalui makan Dia.
Bagaimana makan Dia? Dia dimana sekarang?
Tuhan Berkata dalam Joh 6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Tetapi selanjutnya dalam ayat 63 Ia berkata: Joh 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Pada mulanya Dia bicara mengenai Daging dan Darah tetapi dalam ayat ini Dia beralih kepada Roh dan perkataannya yaitu firmanNya adalah Roh dan Hayat. Ini menunjukan makan Dia adalah makan FirmanNya dengan roh kita bukan dengan mulut atau dengan pikiran.
Inilah Jalan Memelihara Harta dalam Bejana!

Bagaimana Harta Masuk Bejana

Johanes 1:12
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Johanes 7:39
Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
Johanes 3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.


Saudara, seperti makanan adalah keperluan tubuh, masuk melalui mulut kedalam perut, demikian juga Allah didalam Yesus Kristus sebagai Roh itu masuk kedalam manusia. Proses masuknya Allah tritunggal kedalam kita terdiri dari dua pihak. Pada diri Allah, Allah harus melalui proses, Dia harus datang menjadi manusia, menebus manusia yang berdosa untuk melayakan manusia (bejana ini) diisi Allah, kemudian Ia bangkit untuk menjadi Roh itu sehingga dapat masuk kedalam manusia.
Pada pihak manusia, manusia perlu percaya kepada diriNya, PekerjaanNya, dan menerimaNya masuk kedalam rohnya. Dengan jalan demikian Allah masuk kedalam manusia dan menjadikan manusia anak-anak Allah.
Allah yang tinggal didalam bejana ini adalah harta yang mustika, yang tidak ternilai, yang bukan duniawi.
Jadi memiliki Harta ini bukan dengan mewarisi dari orang tua, bukan tahu, bukan belajar, bukan ikut-ikutan.
Saudara ini adalah keperluan yang utama. Keperluan ini dipuaskan maka kita tidak akan haus lagi. Seperti orang bilang “Hidup Kaya, Mati Masuk Surga”. Memang tidak sepenuhnya tidaklah demikian, tetapi setiap bagian dari diri kita baik, Tubuh, Jiwa, dan roh dipuaskan keperluannya, maka hidup akan penuh dengan damai sejahtera dan penuh sukacita. Makan enak aku tak lupa diri, makan apa adanya aku tidak menggerutu. Bukankah ini kebahagiaan?
Saya sudah bertemu dengan banyak orang, ada yang kaya, juga yang miskin. Baik yang kaya maupun yang miskin memiliki kesusahannya, tetapi ada orang kaya yang damai sejahtera dan miskinpun penuh sukacita.
Asal ada Harta ini dalam bejana. Firman Tuhan menjamin seperti pengalaman Paulus dalam 2 Korintus 4: 7-9 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
Boleh ada penindasan, namun tidak terjepit, ada tantangan tidak putus asa bukankah ini ajaib.

Harta dan Bejana

HARTA DAN BEJANA


2Korinntus 4:7
Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.


Harta ini – Kristus yang berhuni di dalam kita, bejana-bejana tanah liat adalah sumber suplai ilahi bagi kehidupan kristiani. Bersandarkan kekuatan unggul dari harta inilah para rasul sebagai minister-minister perjanjian yang baru mampu menempuh kehidupan tersalib, supaya hayat kebangkitan Kristus yang mereka suplaikan dapat terwujud. Demikianlah mereka menyatakan kebenaran (ay. 2) sehingga Injil dapat terpancar.

Allah menciptakan manusia sebagai bejana untuk menampung diri-Nya, dan dari banyak bejana, Dia memilih kita untuk menampung Dia, Allah yang terhormat dan berharga, supaya kita bisa menjadi bejana yang terhormat dan berharga. Akhirnya, Dia mengekspresikan kemuliaan-Nya pada diri kita, bejana-bejana ini, supaya kita bisa menjadi bejana-Nya yang mulia (ay. 23). Semua ini berasal dari belas kasihan-Nya dan tergantung pada belas kasihan-Nya; ini tidak dapat diperoleh melalui usaha kita! Karena itu, kita harus menyembah-Nya, dan menyembah-Nya karena belas kasihan-Nya!

Jadi Allah sebagai harta perlu kita sebagai bejana, agar Allah yang tidak terlihat dapat dinyatakan.
Dan kita sebagai bejana perlu isi yaitu Allah. Tanpa Allah sebagai isi maka sia-sialah makna hidup kita, terlebih tidak dapat mewujudkan keinginan Allah.

Bagaimana Memelihara Bejana - Jiwa

Bagaimana Memelihara Bejana
2. Jiwa

1 Korintus 3:3
Karena kamu masih manusia duniawi (jiwani). Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi (jiwani) dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

Kebutuhan aspek kedua adalah kebutuhan jiwa.
Kebutuhan ini adalah kebutuhan manusia, inilah sesungguhnya kebutuhan manusia, karena hanya manusia yang memiliki jiwa. Jiwa ini teridiri dari tiga bagian yaitu pikiran, emosi, dan tekad. Jadi memelihara jiwa adalah keperluan dari setiap manusia, tetapi bukan memelihara hayat jiwa bahkan sebaliknya hayat jiwa perlu di salibkan.
Kita sering mendengar orang yang sakit jiwa. Atau kita mendengar si Anu sedang stress. Apakah ini? Ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan jiwa. Orang yang gila biasanya tiba-tiba ketawa, tiba-tiba menangis, ini menunjukan jiwanya tidak stabil. Atau pikirannya kacau, tiba-tiba cerita ini, kemudian cerita itu, tak ada sangkut paut. Ini adalah kacau. Itu adalah sakit jiwa.
Saudara, untuk apakah jiwa?
Luk 1:46 mengatakan : "Jiwaku memuliakan Tuhan, jadi jiwa adalah untuk memuliakan Tuhan.
Saudara melalui pikiran yang jernih, Allah dapat dimuliakan, melalui emosi yang tepat Allah bisa dinyatakan dan melalui tekad yang lembut tapi taat kehendak Allah bisa dijalankan. Saudara betapa pentingnya jiwa kita. Namun bagian ini adalah medan peperangan. Allah ingin mendapatkan jiwa kita demikian juga satan ingin mendapatkannya untuk menyatakan dirinya dan keinginannya.
Bagaimana memeliharanya supaya menikmati kedamaian jiwa?
Seperti makanan untuk tubuh masuk kedalam perut melalui mulut, demikian juga masuk kedalam pikiran segala informasi melaui penglihatan dan pendengaran, dicerna didalam pikiran dan mempengaruhi emosi dan tekad.
Sama seperti makanan, ada yang sehat juga ada yang tidak sehat, ada yang enak tapi tak sehat, ada yang pahit tapi menyehatkan, demikian juga makanan bagi jiwa.
Apakah makanan yang sehat bagi jiwa? Sudah tentu adalah berita bagus. Dan berita bagus itu adalah Injil, yaitu kabar sukacita.
Nikmatilah Firman Injil, maka sepanjang hari anda akan sukacita, pikiran jadi tentram dan hidup jadi semangat. Jangan menikmati berita dari dunia yang isinya kekacauan, membuat pikiran jadi runnyam, hidup jadi kawatir dan semangat jadi hilang.
Pikiran perlu diisi dengan pengetahuan, bukan berita atau gosip, Emosi perlu dipelihara untuk stabil dan tekad perlu terus dikuatkan namun Flekibel. Semua keperluan itu hanya ada dalam Firman Injil.
Saya selalu usaha untuk menikmati Firman Injil ini, sebelum hari datang, supaya setiap hari saya dapat menikmati semangat dalam kehidupan.

Bagaimana Memelihara Bejana - Tubuh

Bagaimana Memelihara Bejana
1. Tubuh

Manusia terdiri dari: roh, jiwa, dan tubuh. Roh sebagai bagian kita yang paling dalam, adalah organ batin, yang memiliki kesadaran akan Allah, supaya kita bisa berkontak dengan Allah (Yoh. 4:24; Rm. 1:9). Jiwa adalah diri kita (cf. Mat. 16:26; Luk. 9:25), terdapat di antara roh dan tubuh kita, yang memiliki kesadaran akan diri, agar kita bisa memiliki kepribadian. Tubuh sebagai bagian luar kita adalah organ lahiriah, yang memiliki kesadaran akan dunia, agar kita bisa berkontak dengan dunia materi. Tubuh menampung jiwa, dan jiwa adalah bejana yang menampung roh.

Dalam bagian ini saya akan mempersaksikan apa yang saya dapatkan sehingga saya memiliki suatu kehidupan yang berubah.
Bagian Pertama di bejana ini adalah roh manusia. Ini sebenarnya adalah bagian yang terpenting, tetapi bagian lain akan menjadi penting setelah keperluan dari bagian ini terpenuhi.
Saya akan memulai dengan kebutuhan yang paling luar, yang sebenarnya paling ringan, bahkan saya anggap paling rendah karena keperluan ini sama seperti keperluan binatang. Keperluan ini adalah keperluan akan TUBUH.
Keperluan Tubuh dalam pelajaran sekolah disebutkan ada dua yaitu : kebutuhan Primer dan Sekunder
Saudara hampir setiap orang memperhatikan keperluan ini, baik bagi dirinya maupun bagi orang yang dikasihinya, hampir semua pendidikan, ajaran, dorongan, adalah untuk memenuhi keperluan yang ini. Bahkan orang berani mengorbankan nyawa untuk keperluan ini.
Lalu bagaimana kita seharusnya?
Kita sebagai orang Kristen harus mengenal bahwa Allahlah sumber kehidupan juga adalah penunjang kehidupan, kalau kita menyadari hal ini kita akan menjadi orang yang dapat memelihara bejana. Hidup dalam damai sejahtera, dan sukacita.
Makan semua perlu makan, baik pangan,sandang, dan perumahan semua perlu, bahkan binatangpun perlu. Tetapi untuk keperluan ini, bagi kita atau bagi orang yang kita kasihi, kita seharusnya tidak diperbudak, melainkan kita mengaturnya dengan tepat.
Apakah anda karena untuk memenuhi keperluan susu anak anda, lalu berani mengorbankan nyawa, mengorbankan harga diri. Tentu tidak tetapi kita perlu mengaturnya. Apakah karena anda punya uang banyak sehingga dapat memenuhi keperluan susu bayi anda lebih banyak dari kebutuhannya? Tentu tidak semuanya tepat takaran.
Saudara supaya tidak berdebat, saya kembali kepada Tuhan, Bahwa Dia yang memberi dengan takaran yang tepat, takaran yang diguncang sehingga tumpah keluar.
Apakah dengan ini kita tidak bekerja? Salah, karena orang yang tidak bekerja tidak boleh makan. Karena itu saudara, dalam memenuhi keperluan ini kita harus mengenal Allah. Allah adalah sumber kehidupan juga penunjang kehidupan. Berjalanlah dengan normal, makanlah dengan normal bekerjalah dengan normal, biarlah semuanya normal dan seimbang. Lepas dari ini anda akan miring dan anda akan jatuh, banyak cari uang, mungkin dapat banyak tapi juga akan banyak keluar uang, ya karena sakit, karena refresing, karena makanan.
Jadi bagaimana kita makan, minum, pakaian, perumahan bahkan kebutuhan sekunder lainnya, biarlah dengan normal, maka anda akan menikmati damai sejahtera, dan sukacita. Itulah yan aku alami

Kata-kata Pembukaan

Kata - kata Pembukaan


Johanes 20:30 -31
Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Ayat diatas adalah satu ayat yang menjamah saya, yang membuat saya ingin menuliskannya, meskipun penulisannya tidak tersusun dengan tata bahasa yang baik namun keinginan mengalahkan hal itu. Dan semoga bukan pemikiran karena bahasa yang tidak beraturan yang pembaca dapatkan melainkan suatu bantuan yang akan mengubah kehidupan hari ini juga kehidupan kelak.
Saudara akan mendapatkan judul dengan tulisan yang halaman yang pendek saja dan Saya sengaja menuliskannya dalam judul yang pendek dan dibuat dalam halaman yang singkat, supaya pembaca tidak menjadi bosan dan dapat menyelesaikannya dalam waktu yang pendek namun mendapatkan bantuan.
Saya mencuplik dalam injil Yohanes pasal 20 ayat 30 diatas, Yohanes menulis masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya,ini menunjukan bahwa tanda (mukzijat) yang dibuat Yesus masih banyak lagi yang lainnya. Tetapi Yohanes menuliskan dalam surat ini mempunyai tujuan yaitu seperti yang dikatakan dalam ayat 31 bagian akhir yang mengatakan supaya oleh imanmu memperoleh hidup (hayat) dalam namaNya.
Jadi tulisan Yohanes adalah untuk membuat kita melalui membaca firman, mendengar firman menerima iman dan memperoleh hayat.
Saya telah katakan bahwa saya terjamah dengan ayat ini dan melalui tulisan ini saya menyaksikan bahwa saya telah mengalami mukzijat yang terbesar. Dan mukzijat ini telah mengubah hidup saya, bahkan bukan hanya kehidupan saya hari ini saja tetapi juga jaminan kehidupan yang akan datang.
Semoga saudara dapat mengalami mukzijat yang luarbiasa dan mengalami kehidupan yang berubah. Tuhan Memberkati.