Showing posts with label Pertanyaan Penting dalam Matius Pasal 11-15. Show all posts
Showing posts with label Pertanyaan Penting dalam Matius Pasal 11-15. Show all posts

15.6.07

Yohanes Pembaptis Adalah Yang Memperkenalkan Raja. Kenapa Dalam Ayat Ini Sepertinya Ia Ragu?

Matius 11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"





Perkataan Yohanes Pembaptis di sini tidak berarti bahwa dia meragukan Kristus.
Dia bertanya kepada Kristus seperti ini untuk merangsang hati-Nya agar Dia membebaskan dirinya. Dia tahu bahwa Kristus adalah Yang akan datang, dan dia telah dengan tegas memperkenalkan-Nya kepada orang-orang (Yoh. 1:26-36).
Sesudah itu, Yohanes dipenjarakan (4:12). Dalam penjara itu dia menunggu, mengharapkan Kristus melakukan sesuatu untuk melepaskan dirinya.
Namun, Kristus tidak melakukan apa-apa untuknya, walaupun Dia berbuat banyak hal untuk menolong orang lain.
Ketika Yohanes mendengar hal ini, mungkin dia nyaris tersandung (ay. 6). Karena itu, dia mengutus murid-muridnya menyampaikan pertanyaan itu untuk merangsang hati Kristus.

Mengapa Yohanes Pembaptis dikatakan Yang Terbesar.? Namun Yang terkecil dalam Kerajaan Surga Lebih Besar dari Yohanes. Bagaimana Hal ini Terjadi?

Matius 11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya




Semua nabi sebelum Yohanes hanya bernubuat bahwa Kritus akan datang, tetapi Yohanes bersaksi bahwa Kristus telah datang.
Nabi-nabi mengharapkan Kristus, tetapi Yohanes bersaksi bahwa Kristus telah datang. Nabi-nabi mengharapkan Kristus, tetapi Yohanes melihat Kristus.
Karena itu, Yohanes lebih besar daripada semua nabi. Walaupun Yohanes melihat Kristus yang berinkarnasi dan memperkenalkan Dai kepada orang-orang, dia tidak memiliki Kristus yang bangkit yang berhuni di dalamnya.
Umat kerajaan memiliki Kristus yang demikian. Yohanes hanya dapat mengatakan, "Inilah Kristus," tetapi umat kerajaan dapat mengatakan, "Bagiku hidup adalah Kristus" (Flp. 1:21). Karena itu, yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripadanya.
Keadaan seseorang bisa lebih besar atau lebih kecil, tergantung pada hubungannya dengan Kristus. Kristus adalah faktor yang menentukan. Makin dekat seseorang kepada Kristus, makin besarlah dia.

Mengapa Kita Harus Menjadi orang Yang Menyerbu Untuk Masuk Kedalam Kerajaan Surga?

Matius 11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.


Diserbu bahasa aslinya adalah, diperebutkan dengan paksa, dan orang yang merebut dengan paksa mendapatkannya.
Sejak hari Yohanes Pembaptis sampai saat itu, orang-orang Farisi denan keras menghambat orang-orang yang hendak masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Karena itu, orang-orang yang mau masuk harus merebutnya dengan "paksa".

Untuk Apa Hari Sabat ditetapkan?

Matius 12:1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.




Hari Sabat ditetapkan supaya orang-orang Yahudi mengingat penyelesaian penciptaan Allah (Kej. 2:2), memelihara tanda perjanjian yang diadakan oleh Allah dengan mereka (Yeh. 20:12), dan mengingat penebusan ALlah yang sudah rampung bagi mereka (Ul. 5:15).
Karena itu, melanggar hari Sabat adalah perkara yang serius dalam pandangan orang Farisi yang agamawi.
Bagi mereka, hal itu tidak diperbolehkan dan tidak sesuai dengan Kitab Suci. Tetapi mereka tidak memiliki pengenalan yang memadai mengenai Kitab Suci. Berdasarkan pengetahuan mereka yang sangat sedikit, mereka memperhatikan upacara memperingati hari Sabat, tidak memperhatikan rasa lapar orang.
Alangkah bodohnya jika kita hanya memperhatikan upacara yang sia-sia!

Ketika di Tolak Karena Melanggar Hari Sabat. Mengapa Tuhan Menyinggung Daud dan Bait?

Matius 12:3-6 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.




Perkataan Tuhan di sini menyiratkan bahwa Dia adalah Daud yang sejati. Pada zaman dulu, ketika mereka ditolak, Daud dan para pengikutnya masuk ke dalam rumah Allah dan memakan roti sajian (ay. 4), dengan jelas melanggar hukum Imamat. Kini Daud yang sejati dan para pengikut-Nya ditolak, dan murid-murid memetik gandum dan memakannya, dengan jelas melakukan sesuatu yang betentangan dengan peraturan sabat. Sebagaimana Daud dan para pengikutnya tidak diangap bersalah, demikian pula Kristus dan para murid-Nya tidak seharusnya disalahkan.
Selanjutnya, perkataan Tuhan di sini menyiratkan perubahan zaman dari imamat kepada kerajaan. Pada zaman dulu, kedatangan Daud mengubah zaman dari zaman imam kepada zaman raja. Dalam zaman imam, pemuka umat harus mendengarkan imam (Bil, 27:21-22). Tetapi dalam zaman raja, imam harus taat kepada raja (1Sam. 2:35-36). Karena itu, apa yang dilakukan Raja Daud bersama para pengikutnya tidak melanggar hukum. Kini kedatangan Kristus mengubah zaman lagi, kali ini dari zaman hukum Taurat kepada zaman kasih karunia. Dalam zaman ini, Kristus berada di atas segalanya. Apa pun yang dilakukan-Nya adalah benar.
Tuhan mewahyukan kepada orang-orang Farisi bahwa Dia melebihi Bait Allah. Ini menunjukkan perpalingan yang lain, perpalingan penggenapan lambang dari bait kepada satu persona. Dalam hal Daud, terjadi perpalingan dari satu zaman ke zaman yang lain. Dalam hal ini, tentang imam, terjadi perpalingan dari bait kepada satu persona yang melebihi bait. Karena imam-imam tidak bersalah dalam berbuat sesuatu pada hari Sabat di dalam bait, bagaimana mungkin murid-murid Tuhan bisa disalahkan dengan melakukan sesuatu pada hari Sabat di dalam Dia yang lebih besar daripada bait? Dalam hal pertama, raja melanggar peraturan imam; dalam hal kedua, imam melanggar peraturan sabat. Menurut Kitab Suci, tidak ada yang bersalah. Jadi, menurut Kitab Suci, yang Tuhan lakukan adalah benar.

Apa Yang di Maksud Dengan Tuhan Atas Hari Sabat?


Matius 12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."




Di sini Tuhan menunjukkan perpalingan ketiga, perpalingan yang menyatakan hak, dari hari Sabat kepada Tuhan atas hari Sabat. Sebagai Tuhan atas hari Sabat, Dia memiliki hak untuk mengubah peraturan tentang hari Sabat.
Jadi, Tuhan mengemukakan pembelaan rangkap tiga kepada orang Farisi yang meyalahkan. Dia adalah Daud yang sejati, bait yang lebih besar, dan Tuhan atas hari Sabat. Karena itu, Dia dapat melakukan apa saja yang disukai-Nya pada hari Sabat, dan apa pun yang dilakukan-Nya dibenarkan oleh diri-Nya sendiri.
Dia berada di atas semua upacara dan peraturan. Karena Dia ada di sana, tidak seharusnya kita memperhatikan upacara atau peraturan apa pun.
Pasal 12 mencatat tindakan Tuhan pada dua hari Sabat (Luk. 6:1, 6). Yang dilakukan-Nya pada hari Sabat pertama (ayat 1) adalah menunjukkan bahwa Dia memperhatikan diri-Nya sebagai Kepala Tubuh. Sebagai Kepala, Dia adalah segala sesuatu – Daud yang sejati, bait yang lebih besar, dan Tuhan atas hari Sabat.
Yang dilakukan-Nya pada hari Sabat kedua ( ayat 10) adalah menyatakan bahwa Dia memperhatikan angota-anggota-Nya. Pada hari Sabat ini, Dia menyembuhkan seseorang yang mati sebelah tangannya, menyamakan orang itu seperti seekor domba (ay. 11-12).
Tangan adalah anggota tubuh dan domba adalah anggota kawanan. Tuhan mau melakukan apa saja untuk menyembuhkan anggota-anggota-Nya, untuk menyelamatkan domba-Nya yang jatuh.
Hari Sabat atau bukan hari Sabat, Tuhan berminat menyembuhkan anggota Tubuh-Nya yang mati. Bagi Dia, peraturan-peraturan bukan masalah; penyelamatan domba-Nya yang jatuh adalah segalanya.

Mengapa Menghujat Roh Kudus disebut Sebagai Dosa Yang Tidak Akan Diampuni?

Matius 12:31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni




Menghujat Roh berbeda dengan menghina Roh (Ibr. 10:29). Menghina Roh adalah tidak menaati Dia dengan sepenuh hati. Banyak orang beriman melakukan hal ini. Jika mereka mengakui dosa ini, mereka akan diampuni dan dicuci oleh darah Tuhan (1Yoh. 1:7,9).
Tetapi menghujat Roh adalah menghujat seperti yang dilakukan oleh orang Farisi dalam ay. 24. Tuhan mengusir setan dengan Roh. Tetapi orang Farisi yang melihatnya, mengatakan bahwa Tuhan mengusir setan dengan Beelzebul, pemimpin setan. Ini adalah hujat terhadap Roh.
Dengan hujat semacam itu, penolakan orang Farisi terhadap Raja surgawinya mencapai puncaknya.
Dalam ekonomi Allah Tritunggal, Bapa memiliki rencana penebusan (Ef. 1:5, 9), Anak merampungkannya berdasarkan rencana Allah (1Ptr. 2:24; Gal. 1:4), dan Roh menjangkau orang dosa untuk menerapkan penebusan yang dirampungkan oleh Anak (1Kor. 6:11; 1Ptr. 1:2).
Jika seorang dosa menghujat Anak seperti yang dilakukan oleh Saulus dari Tarsus, Roh masih memiliki tumpuan untuk bekerja di atas dirinya dan membuatnya bertobat dan percaya kepada Anak agar dia dapat diampuni (lihat 1Tim. 1:13-16).
Tetapi jika orang dosa menghujat Roh, Roh tidak memiliki tumpuan untuk bekerja di atas dirinya, dan tidak akan ada orang yang akan membuatnya bertobat dan dipercaya.
Jadi, orang semacam itu tidak mungkin diampuni. Ini bukan hanya logis menurut alasan, tetapi juga bersifat kepemerintahan berdasarkan prinsip administrasi Allah, seperti yang diwahyukan di sini oleh firman Tuhan.

Ada Dua Zaman Bagi Allah Untuk Memberi Pegampunan. Dosa Apa Yang Tidak Dapat Diamuni Di Zaman Ini Atau Di Zaman Yang Akan Datang?

Matius 12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.




Di dunia ini bahasa aslinya adalah di zaman ini.
Dalam administrasi kepemerintahan Allah, pengampunan-Nya memiliki seluk beluk zaman. Untuk administrasi-Nya, Dia sudah merencanakan berbagai zaman.
Masa dari kedatangan Kristus kali pertama sampai kekekalan secara zaman dibagi ke dalam tiga zaman :
(1) zaman ini, zaman sekarang , dari kedatangan pertama Kristus sampai kedatangan-Nya kali kedua;
(2) zaman yang akan datang, masa milenium, seribu tahun untuk pemulihan dan pemerintahan surgawi, dari kedatangan kembali Kristus sampai akhir langit lama dan bumi lama; dan
(3) kekekalan, zaman kekal dari langit baru dan bumi baru.
Pengampunan Allah dalam zaman ini adalah untuk keselamatan kekal orang dosa. Pengampunan ini diberikan kepada orang dosa dan orang beriman.
Pengampunan Allah dalam zaman yang akan datang berhubungan dengan pahala sezaman kaum beriman.
Jika setelah beroleh selamat seorang beriman melakukan suatu dosa, tetapi tidak mau melakukan pemberesan melalui pengakuan dan pembersihan darah Tuhan (1Yoh. 1:7, 9), sebelum dia meninggal atau sebelum kedatangan kembali Tuhan, dosa itu tidak akan diampuni pada zaman ini, akan tetap ada dan akan dihakimi pada takhta penghakiman Kristus (2Kor. 5:10).
Dalam keadaan seperti itu, orang beriman tidak bisa diberi pahala berupa kerajaan; maksudnya tidak bisa mengambil bagian bersama dengan Kristus dalam kemuliaan dan sukacita dalam manifestasi Kerajaan Surga, tetapi akan didisiplinkan supaya dosa itu dibereskan, dan diampuni dalam zaman yang akan datang (18:23-35).
Pengampunan semacam ini akan memelihara keselamatan kekal kaum beriman tetapi tidak akan membuatnya memenuhi syarat untuk mengambil bagian dalam kemuliaan dan sukacita kerajaan yang akan datang.

Apa Yang diMaksud dengan Rahim Bumi?

Matius 12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.



Rahim bumi disebut "bagian bawah bumi" (Ef. 4:9) dan dunia orang mati (Kis. 2:27), tempat yang Tuhan kunjungi setelah kematian-Nya.
Dunia orang mati memiliki dua bagian, bagian penyiksaan, dan bagian penghiburan (Luk. 16:23-26).
Bagian penghiburan adalah Firdaus, tempat yang Tuhan kunjungi bersama penyamun yang berolehs elamat setelah mereka mati di kayu salib (Luk. 23:43).
Jadi, rahim bumi, bagian bawah bumi, dunia orang mati, dan Firdaus adalah istilah yang bersinonim, mengacu kepada tempat yang Tuhan diami selama tiga hari tiga malam setelah Dia mati dan sebelum Dia bangkit.

Bagaimana Kristus Lebih Besar Dari Yunus?

Matius 12:41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!





Demikian juga untuk ay. 42,kata "lebih" mengacu kepada lebih baik dalam kualitas dan lebih besar dalam kuantitas; karena itu, lebih.
Istilah ini berbeda dengan kata melebihi dalam ay. 6, yang berarti lebih besar dalam ukuran luar atau kapasitas luar.
Sebagai Nabi yang diutus oleh Allah kepada umat-Nya (Ul. 18:15, 18), Kristus melebihi Nabi Yunus.
Yunus adalah orang yang berpaling dari Israel kepada bangsa lain dan dimasukkan ke dalam perut ikan besar.
Setelah tinggal di sama selama tiga hari, dia keluar untuk menjadi tanda bagi angkatan itu agar mereka bertobat (Yun. 1:2, 17, 3:2-10).
Ini adalah lambang Kristus, yang akan berpaling dari Israel kepada bangsa bukan Yahudi dan yang akan dikuburkan di dalam rahim bumi selama tiga hari dan kemudian dibangkitkan, menjadi tanda bagi angkatan ini untuk dapat beroleh selamat.

Kristus Lebih Besar Dari Salomo. Apa Maksudnya?

Matius 12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"



Sebagai Anak Duad, sebagi Raja, Kristus melebihi Salomo.
Raja Salomo membangun Bait Allah dan mengucapkan perkataan hikmat. Ratu dari bangsa bukan Yahudi datang kepadanya (1Raj. 6:2, 10:1-8).
Ini juga lambang Kristus, yang membangun gereja, menjadikannya Bait Allah, dan mengucapkan perkataan hikmat. Orang-orang bukan Yahudi berpaling kepada-Nya.
Lambang ini dan lambang yang terdapat dalam ay. 41, menunjukkan bahwa Kristus, baik sebagai Nabi yang diutus oleh Allah maupun sebaga Raja yang diurapi oleh Allah, akan berpaling dari Israel kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, seperti yang dinubuatkan dalam ay. 18 dan 21.
Menurut sejarah, Raja Salomo mendahului Nabi Yunus. Tetapi menurut makna rohani, Yunus muncul lebih dulu, seperti yang dicatat dalam Matius.
Ini juga menunjukkan bahwa catatan Matius tidak dibuat berdasarkan urutan sejarah, melainkan berdasarkan urutan doktrin (lihat cat. 161, alinea 2, dalam ps. 8).
Berdasarkan doktrin, mula-mula Kristus harus mati dan dibangkitkan, kemudian Dia akan membangun gereja dan mengucapkan perkataan hikmat.
Kematian dan kebangkitan Kristus adalah tanda sejati bagi angkatan ini, bagi orang Yahudi dan orang bukan Yahudi (1Kor. 1:22, 24).

Roh Jahat Mengembara Mencari Perhentian Di Tempat Tandus. Dimanakah Tempatnya?

Matius 12:43 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.



Roh jahat, atau roh najis, setan (ay. 22), mencari perhentian tetapi tidak mendapatkannya di tempat-tempat yang tandus, tidak berair, karena tempat kediaman setan, setelah penghakiman Allah dengan menggunakan air dalam Kej. 1:2, adalah laut (lihat Pelajaran-hayat kitab Kejadian, Barita Kedua).
Karena setan tidak mendapatkan perhentian di tempat-tempat yang tandus, ia kembali ke tubuh manusia yang semula dirasukinya dan menetap di sana (ay. 44-45).

Apa Yang Dimaksud Dengan Rumah, Danau dan Perahu ?

Martius 13:1- 2 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.



Pada akhir ps. 12, Raja surgawi yang telah ditolak sepenuhnya oleh para pemimpin agama Yahudi, memutuskan hubungan dengan mereka. Pada hari itu, Dia keluar dari rumah itu dan duduk di tepi laut.
Ini sangat bermakna. Rumah melambangkan rumah Israel (10:6), dan laut melambangkan dunia orang bukan Yahudi (Dan. 7:3, 17; Why. 17:15). Raja keluar dari rumah untuk duduk di tepi laut.
Hal ini menyatakan, setelah Dia memutuskan hubungan dengan orang Yahudi, Dia meninggalkan rumah Israel dan berpaling kepada orang bukan Yahudi.
Setelah ini, di pantai Dia menyampaikan perumpamaan-perumpamaan mengenai rahasia kerajaan. Ini menyatakan bahwa rahasia kerajaan diwahyukan dalam gereja.
Jadi, semua perumpamaan dalam pasal ini disampaikan kepada murid-murid-Nya, bukan kepada orang Yahudi.

Perahu, yang ada di laut tetapi bukan milik laut, melambangkan gereja, yang ada di dunia tetapi bukan milik dunia.
Setelah meninggalkan orang Yahudi dan berpaling kepada orang bukan Yahudi, Raja Kerajaan Surga mewahyukan rahasia kerajaan dalam perumpamaan, di dalam perahu, di dalam gereja.

Gereja Seperti Biji Sesawi. Banyak Orang Berpikir Jika Biji Sesawi Menjadi pohon Besar adalah Baik? Benarkah?

Matius 13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."





Gereja, yang adalah perwujudan kerajaan, seharusnya seperti sayuran yang menghasilkan makanan. Namun, sifat dan fungsinya berubah, sehingga gereja menjadi "pohon", tempat naungan burung-burung (Ini berlawanan dengan hukum penciptaanAllah yang menetapkan setiap tanaman bertumbuh menurut jenisnya – Kej. 1:11-12).
Perubahan ini terjadi dalam awal abad keempat, ketika Konstantin Agung mencampurkan gereja dengan dunia. Dia membawa ribuan orang beriman palsu masuk ke dalam agama Kristen, sehingga membentuk kekristenan, bukan gereja lagi.
Karena itu, perumpamaan ketiga ini berhubungan dengan gereja ketiga dari ketujuh gereja dalam Why. 2 dan 3, yaitu gereja di Pergamus (Why. 2:12-17 – lihat cat. 121 di sana).
Sawi adalah tanaman semusim, sedangkan pohon adalah tanaman tahunan. Menurut sifatnya yang surgawi dan rohani, gereja sebenarnya seperti sawi, hanya sementara di bumi. Tetapi karena sifatnya berubah, gereja menjadi berakar dalam-dalam dan menetap seperti sebuah pohon di bumi, semarak dengan berbagai usahanya seperti cabang-cabang, yang di dalamnya banyak orang jahat dan barang jahat yang bercokol.
Hal ini mengakibatkan terbentuknya organisasi penampilan luar Kerajaan Surga.
Karena burung dalam perumpamaan pertama melambangkan si jahat, Iblis (ay. 4, 19), burung-burung di langit dalam perumpamaan ini pasti mengacu kepada roh jahat Iblis dengan orang jahat dan barang jahat yang digerakkan oleh mereka.
Mereka bernaung di cabang pohon besar itu, yaitu di dalam usaha-usaha kekristenan.

Gereja Adalah Seperti Tepung Terigu yang Halus dan Tidak Beragi.

Matius 13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."





Sebagai Kerajaan Surga yang praktis, gereja bersama Kristus, tepung terigu yang halus dan tidak beragi, sebagai isinya, seharusnya, menjadi roti yang tidak beragi (1Kor. 5:7-8).
Namun, satu gereja, yang secara resmi dan sempurna terbentuk dalam abad keenam, dan yang dilambangkan dengan seorang perempuan di sini, memasukkan banyak praktek agama kafir, doktrin bidah, dan perkara-perkara yang jahat, dan mencampurkannya dengan ajaran tentang Kristus, meragikan, mengkhamirkan seluruh isi kekristenan.
Percampuran ini menjadi isi yang rusak dari penampilan luar Kerajaan Surga.
Perumpamaan keempat ini berhubungan dengan gereja keempat dari ketujuh gereja dalam Why. 2 dan 3, yaitu gereja di Tiatira (Why. 2:18-19 – lihat cat. 201 di sana).

Tepung untuk membuat kurban sajian (Im. 2:1), melambangkan Kristus sebagai makanan bagi Allah dan manusia.
Tiga sukat adalah jumlah yang diperlukan untuk membuat satu porsi hidangan yang penuh (Kej. 18:6).
Jadi, mencampurkan ragi ke dalam tiga sukat tepung melambangkan mengkhamirkan sepenuhnya secara tersembunyi semua jaran tentanag Kristus.
Inilah keadaan sebenarnya dalam aliran Kristen tertentu. Pengkhamiran ini mutlak bertentangan dengan Kitab Suci, yang dengan tegas melarang menaruh ragi ke dalam kurban sajian (Im. 2:4-5, 11).

Siapakah Orang yang Menemukan Harta yang Terpendam dan Bagaimana Dia Membelinya?


Matius 13:44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.




Tiga perumpamaan sebelumnya menegani penampilan luar kerajaan dikatakan secara terbuka oleh raja surgawi di dalam perahu kepada orang banyak (ay. 2, 34), sedangkan ketiga perumpamaan berikutnya disampaikan secara pribadi di dalam rumah kepada murid-murid (ay. 36).
Ini menunjukkan bahwa hal-hal yang dibahas oleh ketiga perumpamaan yang di belakang bersifat lebih tersembunyi. Perumpamaan pertama membahas harta yang tersembunyi di dalam ladang.
Harta yang tersembunyi di dalam ladang tentu meliputi emas atau batu permata, bahan-bahan untuk pembangunan gereja dan Yerusalem Baru (1Kor. 3:12; Why. 21:18-20).
Karena gereja adalah kerajaan dalam bentuk praktis pada hari ini, dan karena Yerusalem Baru akan menjadi kerajaan dalam manifestasinya pada zaman yang akan datang tentu menyatakan kerajaan yang tersembunyi di bumi yang diciptakan oelh Allah.
Ladang adalah bumi yang diciptakan Allah bagi kerajaan-Nya (Kej. 1:26-28).

Orang yang disebut di sini adalah Kristus, yang menemukan Kerajaan Surga dalam 4:12-12:23, menyembunyikannya dalam 12:24-13:43, dan dalam sukacita-Nya pergi kepada salib dalam 16:21, 17:22-23, 20:18-19, dan 26:1-27:52 menjual semua milik-Nya dan membeli ladang itu, yaitu menebus bumi yang diciptakan dan hilang, bagi kerajaan.

Siapakah Pedagang Yang Mencari Mutiara? Apakah Maksud dari Mutiara?

Matius 13:45- 46 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.





Pedagang yang dimaksud di sini juga adalah Kristus, yang mencari gereja untuk kerajaan-Nya. Setelah menemukannya dalam 16:18 dan 18:17, Dia pergi kepada salib dan menjual semua milik-Nya dan membeli gereja untuk kerajaan-Nya.

Mutiara yang dihasilkan dalam air kematian (dunia yangdipenuhi oleh kematian) oleh tiram yang hidup (Kristus yang hidup), yang dilukai oleh pasir kecil (orang dosa), dan mengeluarkan getah hayatnya membungkus pasir yang melukai dirinya (kaum beriman – lihat cat. 211 dalam Why. 21), adalah bahan untuk membangun Yerusalem Baru.
Karena mutiara dihasilkan dari laut, yang melambangkan dunia yang dirusak oleh Iblis (Yes. 57:20; Why. 17:15), mutiara ini pasti mengacu kepada gereja, yang terutama tersusun dari kaum beriman yang dilahirkan kembali dari dunia orang bukan Yahudi dan sangat berharga.

Apakah Tindakan Raja Setelah Dia di Tolak?

Matius 14:10, Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara
Matius 14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka



Dalam 12:24, pemimpin agama Yahudi mewakili seluruh bangsa Yahudi, menolak Raja surgawi sampai puncaknya. Hal itu memaksa-Nya meninggalkan hubungan alamiah-Nya dengan mereka (12:46-50).
Kemudian dalam 13:53-58 Dia ditolak juga oleh orang-orang Galilea. Kini dalam ps. 14, dalam penyusunan peristiwa berdasarkan doktrin, Matius menyingkapkan kepada kita, betapa kaum politisi bukan Yahudi memperlakukan perintis Raja. Benar-benar jahat dan penuh dengan kebusukan dan kegelapan.
Sampai butir ini, Matius telah memberikan gambaran yang penuh tentang penolakan orang-orang Yahudi, orang-orang Galilea, dan orang-orang bukan Yahudi, terhadap ministri Kerajaan Surga.
Karena ditolak oleh orang-orang dalam kalangan agama, budaya, dan polotik, Raja surgawi meninggalkan mereka dan menyingkir ke tempat yang sunyi.
Ini menunjukkan bahwa mulai saat itu Dia akan menyembunyikan diri di tempat yang sunyi, tempat yang tanpa kebudayaan, jauh dari kalanan agama, budaya, dan politik. Dia melakukan hal ini dengan memakai perahu, menyiratkan bahwa Dia akan melakukan hal ini melalui gereja.
Karena Dia telah ditolak oleh dunia yang beradab, Tuhan, melalui gereja, selalu menyembunyikan diri dalam satu suasana yang tidak berbudaya, jauh dari kalangan agama dan politik.

Apakah Makna Dari Roti Jelai dan Ikan Dari Muzijat Pemberian Makan?

Matius 14:17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."



Yohanes 6:9 memberi tahu kita bahwa lima roti di sini adalah lima roti jelai. Jelai adalah lambang Kristus yang bangkit (Im. 23:10).
Jadi, roti jelai melambangkan Kristus dalam kebangkitan sebagai makanan bagi kita. Roti adalah hayat nabati, melambangkan aspek kelahiran dari hayat Kristus; sedangkan ikan adalah hayat hewani, melambangkan aspek penebusan dari hayat Kristus.
Agar rasa lapar rohani kita dipuaskan, kita memerlukan hayat kelahiran Kristus dan hayat penebusan Kristus. Kedua aspek itu dilambangkan dengan hal-hal kecil – roti dan ikan.
Ini menunjukkan bahwa dalam zaman ini, Raja surgawi datang kepada para pengikut-Nya bukan sebagai Raja besar untuk memerintah mereka, melainkan sebagai sepotong kecil makanan untuk menjamu mereka. Lihat cat. 92 dalam Yoh. 6.

Bagaimana Supaya Kita Menerima Berkat?

Matius 14:18-19 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak




Apa pun yang kita miliki dari Tuhan, harus kita bawa ke hadapan Tuhan, agar hal itu bisa menjadi berkat besar bagi banyak orang. Kerapkali Tuhan memakai apa yang kita persembahkan kepada-Nya untuk menyediakan keperluan banyak orang lainnya. Demikian pula cara Dia menyediakan keperluan para pengikut-Nya hari ini.
Apa pun yang kita bawa kepada Tuhan harus dihancurkan, dipecahkan, agar dapat menjadi berkat bagi orang lain.
Roti berasal dari murid-murid, yang membawanya kepada Tuhan. Setelah diberkati dan dipecahkan oleh Tuhan, roti itu diberikan kembali kepada murid-murid untuk dibagikan kepada orang banyak, yang kemudian menjaid kepuasan mereka.
Ini menunjukkan bahwa murid-murid bukanlah sumber berkat; mereka hanya saluran yang dipakai oleh Tuhan Sang sumber kepuasan manusia.
Jika kita mempersembahkan semua yang kita miliki kepada Tuhan, Dia akan mengambilnya, memecahkannya, dan mengembalikannya kepada kita untuk dibagikan kepada orang lain, menjadi berkat yang memuaskan dan melimpah (ay. 37).
Apa saja yang kita persembahkan kepada Tuhan, betapa pun sedikitnya itu, akan digandakan oleh tangan berkat-Nya untuk memenuhi keperluan orang banyak (ay. 38); dengan demikian keinginan-Nya digenapi (ay. 32).