Showing posts with label Pertanyaan penting Dalam Matius Pasal 16 -20. Show all posts
Showing posts with label Pertanyaan penting Dalam Matius Pasal 16 -20. Show all posts

30.6.07

Apakah Arti Dari Tanda Nabi Yunus?

Matius 16:4
Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi



Yunus adalah nabi yang berpaling dari Israel kepada orang kafir dan dimasukkan ke dalam perut ikan besar. Setelah tinggal di dalam perut ikan selama tiga hari, dia keluar dan menjadi tanda bagi angkatan itu untuk bertobat (Yun. 1:2, 17, 3:2-10).
Dia adalah lambang Kristus, yang sebagai Nabi diutus oleh Allah kepada umat-Nya (Ul. 18:15), namun berpaling dari Israel kepada bangsa lain, dikuburkan di dalam perut bumi selama tiga hari, dan kemudian bangkit, menjadi tanda bagi angkiatan itu untuk beroleh selamat.
Perkataan Tuhan di sini menyiratkan bahwa terhadap zaman yang jahat dan berzinah ini, yaitu terhadap angkatan orang Yahudi dan agama, Tuhan tidak akan melakukan apa-apa selain mati dan dibangkitkan sebagai suatu tanda, tanda terbesar bagi mereka bahwa mereka dapat beroleh selamat jika mereka percaya.

APAKAH YANG DIMAKSUD AJARAN ORANG FARISI DAN SADUKI?

Matius 16:12
Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.


Kata ajaran mengacu kepada hal-hal yang diajarkan. Ajaran orang Farisi bersifat munafik (23:13, 15, 23, 25, 27, 29), dan ajaran orang Saduki, yang menyangkal kebangkitan, malaikat, dan roh (Kis. 23:8), seperti aliran modernis hari ini. Jadi, ajaran orang Farisi dan ajaran orang Saduki keduanya jahat dan tidak murni, diumpamakan seperti ragi, yang tidak boleh ada di antara uamat Allah (Kel. 13:7).

BAGAIMANA DAPAT MENGENAL KRISTUS?

Matius 16:13
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?


Kaisarea Filipi adalah di bagian utara dari Tanah Kudus, dekat dengan perbatasan, di kaki Gunung Hermon, tempat Tuhan berubah rupa (17:1-2).
Tempat ini jauh dari kota kudus dan Bait Kudus. Kota kudus dan Bait kudus adalah tempat dengan atmosfir agama Yahudi yang usang memenuhi setiap pikiran manusia, tidak memberikan tempat bagi Kristus, Raja baru.
Tuhan sengaja membawa murid-murid-Nya ke tempat yang beratmosfir jernih, agar pikiran mereka dapat dibebaskan dari pengaruh lingkungan agamawi di dalam kota kudus dan Bait kudus, dan agar Dia dapat mewahyukan kepada mereka sesuatu yang baru tentang diri-Nya dan gereja, yang merupakan denyut nadi kerajaan surgawi-Nya. Di Kaisarea Filipi inilah visi tentang diri-Nya sebagai Kristus, Anak Allah yang hidup, dilihat oleh Petrus (ay. 16-17). Di sana pulalah gereja diwahyukan dan disebutkan untuk kali pertama sebagai sarana untuk mendatangkan Kerajaan Surga (ay. 18-19).
Sebagai seorang manusi, Kristus merupakan suatu rahasia bagi angkatan itu, demikian pula bagi orang-orang pada hari ini.
Tanpa wahyu surgawi, orang-orang hanya dapat mengenal bahwa Kristus adalah nabi yang paling besar, tetapi tidak dapat mengenal bahwa Dia adalah Kristus, Anak Allah yang hidup (ay. 16).

SIAPAKAH KRISTUS?

Matius 16:16
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"


Mesias dalam bahasa aslinya adalah Kristus, mengacu kepada Yang dinubuatkan oleh Allah dalam Perjanjian Lama melalui nabi-nabi dan Yang dicari oleh orang-orang kudus-Nya dari zaman ke zaman (Yoh. 1:41, 45; Luk. 2:25-26, 3:15), Yang akan datang untuk merampungkan kehendak Allah (Ibr. 10:5-7).
Kristus mengacu kepada Yang diurapi oleh Allah, berhubungan dengan amanat Tuhan, sedangkan Anak Allah yang hidup, mengacu kepada Yang kedua dari Allah Tritunggal, berhubungan dengan persona-Nya.
Amanat-Nya adalah merampungkan tujuan kekal Allah melalui penyaliban-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke surga, dan kedatangan-Nya kali kedua, sedangkan persona-Nya menyatakan Bapa dan rampung dalam Roh untuk menyatakan Allah Tritunggal secara sempurna.
Allah yang hidup berlawanan dengan agama yang mati. Tuhan adalah perwujudan Alah yang hidup, tidak ada hubungannya dengan agama yang mati.

MEMILIKI ARTI APA SAJA BATU KARANG DISINI?

Matius 16:18
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya


Wahyu Bapa mengenai diri Kristus hanya paruhan pertama dari rahasia besar, yaitu Kristus dan gereja (Ef. 5:32). Karena itu, Tuhan perlu mewahyukan pula kepada Petrus paruhan kedua yang mengenai gereja.
Kata Petrus disini juga berarti batu, bahan bangunan Allah (1Ptr. 2:5).
Batu karang ini tidak hanya mengacu kepada Kristus, tetapi juga kepada wahyu tentang Kristus, wahyu yang diterima oleh Petrus dari Bapa.
Gereja didirikan di atas Kristus dan di atas wahyu tentang Kristus.

KAPAN GEREJA MULAI DIBANGUN DAN MELALUI SIAPA PEMBANGUNAN GEREJA YANG SEJATI DIRAMPUNGKAN?

Matius 16:18
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya


Tuhan membangun gereja-Nya mulai hari Pentakosta (Kis. 2:1-4, 41-42). tetapi nubuat Tuhan di sini masih belum digenapi bahkan sampai abad kedua puluh ini.
Tuhan tidak membangun gereja-Nya di dalam kekristenan, yang terdiri dari kelompok-kelompok (aliran-aliran) kekristenan.
Nubuat ini sedang digenapi melalui pemulihan Tuhan, yang di dalamnya pembangunan gereja yang sejati sedang dirampungkan.
Kata Yunani dari jemaat adalah ekklesia berarti dipanggil keluar. Perkataan ini dipakai dengan mengacu kepada jemaat yang dipanggil keluar.
Jemaat-Ku menunjukkan bahwa gereja berasal dari Tuhan, milik Tuhan, bukan dari orang atau sesuatu; tidak seperti denominasi, yang menjadi denominasi berdasarkan nama orang tertentu atau perkara tertentu.

PINTU ALAM MAUT TIDAK AKAN MENGUASAINYA. BAGAIMANA HAL INI TERJADI DAN APA YANG DIMAKSUD DENGAN PINTU ALAM MAUT?

Matius 16:18
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya


Alam maut dalam bahasa aslinya seharusnya adalah, pintu laam maut mengacu kepada kuasa Iblis atau kuasa kegelapan (Kol. 1:13; Kis 26:18), yang tidak dapat menguasai, mengalahkan gereja sejati yang dibangun oleh Kristus di atas wahyu tentang Dia sebagai batu karang, dengan batu-batu seperti Petrus, manusia yang sudah mengalami pengubahan.
Perkataan Tuhan inijuga menunjukkan bahwa kuasa kegelapan Iblis akan menyerang gereja. Karena itu, terjadi peperangan rohani antara kuasa Iblis yang adalah kerajaannya dengan gereja, yang adalah Kerajaan Allah.

APA YANG DIMAKSUD KUNCI KERAJAAN SURGA?

Matius 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."


Kunci dalam bahasa aslinya seharusnya adalah kunci-kunci. Menurut sejarah ada dua kunci. Petrus menggunakan satu buah pada hari Pentakosta, untuk membuka pintu agar kaum beriman Yahudi dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga (Kis. 2:38-42), dan dia memakai yang lain di rumah Kornelius untuk membuka pintu agar orang beriman bukan Yahudi dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga (Kis. 10:34-48).
Kerajaan Surga di sini digunakan secara bergantian dengan gereja, yang dipakai dalam ayat sebelumya.
Ini adalah suatu bukti kuat bahwa gereja yang sejati adalah Kerajaan Surga dalam zaman ini. Ini ditegaskan oleh Rm. 14:17, yang menyebutkan Kerajaan Allah dengan acuan yang jelas kepada hidup gereja yang normal.

KUASA MENGIKAT DAN MELEPASKAN SEBENARNYA DIBERIKAN KEPADA SIAPA DAN BAGAIMANA HAL ITU DAPAT DILAKSANAKAN?

Matius 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."


Injil ini berhubungan dengan Kerajaan Surga, yang adalah perkara kekuasaan. Gereja yang diwahyukan dalam kitab ini mewakili kerajaan dengan pemerintahannya.
Karena itu, kuasa untuk mengikat dan melepaskan tidak hanya diberikan kepada Petrus, rasul untuk gereja di sini, melainkan juga kepada gereja sendiri (18:17-18).
Apa pun yang diikat atau dilepaskan oleh umat gereja di bumi haruslah sesuatu yang sudah diikat atau dilepaskan di surga.
Kita hanya dapat mengikat atau melepaskan apa yang sudah terikat atau terlepas di surga.

TAHUKAH ANDA, APA YANG DI MAKSUD DIRI?

Matius 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.



Tiga istilah dalam ay. 23-25 saling berhubungan : pikiran, dirinya, dan hayat jiwa. Pikiran kita adalah ekspresi dari diri kita, dan diri kita adalah perwujudan hayat jiwa kita.
Hayat jiwa kita terwujud dan diperhidupkan oleh diri kita, dan diri kira dinyatakan melalui pikiran kita, pemikiran kita, konsepsi kita, pendapat kita.
Bila kita meletakkan pikiran kita bukan pada hal-hal Allah, melainkan pada hal-hal manusia, pikiran kita menyerap kesempatan untuk bertindak dan menyatakan dirinya. Inilah yang terjadi pada Petrus.
Karena itu, perkataan selanjutnya dari Tuhan menunjukkan bahwa Petrus harus menyangkal dirinya, yaitu tidak menyelamatkan hayat jiwanya, melainkan kehilangan hayat jiwanya.
Kehilangan hayat jiwa adalah realitas menyangkal diri. Itulah yang disebut memikul salib.

BAGAIMANA CARA KITA MEMIKUL SALIB?

Matius 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.



Salib bukan hanya suatu penderitaan, tetapi juga sesuatu yang membunuh. Salib membunuh dan mengakiri penjahat.
Pertama-tama Kristus memikul salib, kemudian Dia disalibkan. Kita, kaum beriman-Nya, disalibkan lebih dulu dengan Dia dan kini memikul salib.
Bagi kita, memikul salib adalah tetap tinggal di bawah pembunuhan kematian Kristus untuk mengakhiri diri kita, hayat alamiah kita, dan manusia lama kita. Dengan berbuat demikian, kita menyangkal diri kita agar kita dapat mengikuti Tuhan.
Sebelum Tuhan disalibkan, murid-murid mengikuti-Nya secara luaran. Tetapi kini, setelah Dia bangkit, kita mengikuti-Nya secara batini.
Karena di dalam kebangkitan, Dia telah menjadi Roh pemberi-hayat (1Kor. 15:45) yang tinggal di dalam roh kita (2Tim. 4:22), kita mengikuti Dia di dalam roh kita (Gal. 5:16-25).

Apakah Tujuan Tuhan Menyembunyikan Mayat Musa dan Mengangkat Elia?

Matius 17:3
Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.




Musa mati dan Allah menyembunyikan tubuhnya (Ul. 34:5-6); Elia diangkat oleh Allah ke surga (2Raj. 2:11). Allah sengaja melakukan dua hal ini agar Musa dan Elis dapat menampakkan diri bersama Kristus di gunung pengubahan-Nya.
Mereka dipelihara oleh Allah supaya mereka dapat menjadi dua saksi dalam kesusahan besar (Why. 11:3-4). Musa mewakili hukum Taurat, dan Elia, mewakili para nabi. Hukum Taurat dan nabi-nabi adalah unsur yang menyusun Perjanjian Lama sebagai kesaksian yang lengkap dari Kristus (Yoh, 5:39).
Dalam ayat ini Musa dan Elia menampakkan diri dan bercakap-cakap dengan Kristus mengenai kematian-Nya (Luk. 9:31), yang sudah dibicarakan dalam Perjanjian Lama (Luk. 24:25-27, 44; 1Kor. 15:3).

Siapakah yang Harus kita Dengarkan? Hukum Taurat atau Para Nabi?

Matius 17:5
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.




Dalam ekonomi Allah, setelah Kristus datang, kita harus mendengarkan Dia; kita tidak seharusnya mendengarkan hukum Taurat dan para nabi, karena hukum Taurat dan para nabi sudah digenapi di dalam dan oleh Kristus.
Petrus mengusulkan untuk menempatkan Musa dan Elia, yaitu hukum Taurat dan para nabi, bersama Kristus, tetapi Allah menyingkirkan Musa dan Elia, tidak meninggalkan seorang pun selainYesus. Hukum Taurat dan para nabi adalah bayangan dan nubuat, bukan realitasnya; realitasnya adalah Kristus. Kini, karena Kristus, realitasnya, ada di sini, bayangan dan nubuat tidak diperlukan lagi. Tidak ada seorang pun selain Yesus yang boleh tinggal dalam Perjanjian Baru. Yesus adalah Musa hari ini; sebagai Yang demikian, Dia memberikan hukum hayat ke dalam kaum beriman-Nya. Yesus juga adalah Elia hari ini; sebagai Yang demikian, Dia berbicara bagi Allah dan menyampaikan Allah ke dalam kaum beriman-Nya. Inilah ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Bagaimana Kita Seharusnya Hidupdan Bertindak dalam Kerajaan Surga?

Matius 18:1
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"

Pasal ini membahas bagaimana kita seharusnya hidup dan bertindak dalam Kerajaan Surga :
(1) harus menjadi seperti anak-anak keci; (ay. 2-4);
(2) tidak menyandung orang lain, atau meletakkan batu sandungan apa pun (ay. 5-9); (3) tidak memandang remeh seorang beriman yang kecil sekalipun (ay. 10-14);
(4) mendengarkan gereja dan tidak disalahkan oleh gereja (ay. 15-20); dan
(5) mengampuni saudara tanpa batas (ay. 21-35).
Semua ini menunjukkan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, kita harus merendah dan tidak meremehkan orang beriman yang mana pun, melainkan mengasihi dan mengampuni saudara kita.

Gereja dalam ayat ini mengacu kepada Gereja yang Lokal atau Universal?

Matius 18:17
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai

Gereja yang diwahyukan dalam 16:18 adalah gereja yang universal, yaitu Tubuh Kristus yang unik, sedangkan gereja yang diwahyukan di sini adalah gereja lokal, ekspresi dari Tubuh Kristus yang unik di lokal tertentu. Pasal 16 membahas pembangunan gereja universal, sedangkan pasal ini membahas praktek gereja lokal. Dalam kedua aspek itu gereja mewakili Kerajaan Surga yang memiliki kuasa untuk mengikat dan melepaskan.

Dua atau Tiga Orang disini Mengacu Kepada Gereja atau Kepada Salah Satu Cara Bersidang Gereja Lokal (satu kota satu gereja)

Matius 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.



Dua atau tiga orang ini adalah dua atau tiga orang dalam ay. 16. Mereka berkumpul bersama dalam nama Tuhan, tetapi mereka bukan gereja; karena ay. 17 mengatakan, bahwa jika ada persoalan, mereka perlu memberitahukannya kepada gereja.
Perkumpulan atau sidang kaum beriman diprakarsai oleh Tuhan, yang memanggil kaum beriman keluar dari segala manusia, perkara, dan benda yang menduduki diri mereka dan mengumpulkan mereka bersama dalam nama-Nya untuk menikmati kekayaan hadir-Nya.
Berkumpulnya beberapa orang itu, yaitu dua atau tiga orang, menyiratkan salah satu cara gereja bersidang secara lokal. Sidang yang terdiri dari beberapa orang itu pasti diadakan di rumah-rumah kaum beriman, seperti yang disebutkan dalam Kis. 2:46 dan 5:42, untuk berdoa (ay. 19; Kis. 12:5, 12), bersekutu, memecahkan roti, mengajar, atau memberitakan Injil (Kis. 2:42, 5:42).
Kebanyakan sidang semacam itu diadakan di beberapa tempat sekaligus dalam satu lokal, tetapi semuanya tetap merupakan gereja yang unik di lokal itu (ay. 17). Kalau tidak, sidang-sidang itu bukan sidang yang berbeda tempat, melainkan perpecahan, dan menjadi sekte (Gal. 5:20).

Tuhan Telah Menghapus Dosa Kita Bagaimana Seharusnya Kita Terhadap Saudara Kita yang Bersalah?

Matius 18:32
Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku


Jumlah sebesar ini (sepuluh ribu telenta dalam ayat 24) menunjukkan bahwa tidak mungkin orang yang berhutang itu melunasi hutangnya. Ini mengacu kepada hutang dosa kita yang begitu besar terhadap Tuhan, yang menumpuk setelah kita beroleh selamat.
Namun Tuhan penuh belas kasihan, Ia membebaskan dan menghapus hutang kita. Ini mengacu kepada pengampunan hutang kita, yang kita alami setelah kita beroleh selamat dan menjadi hamba Tuhan.Seratus dinar dalam ayat 28 adalah Lebih kecil daripada satu per sepuluh ribu dari sepuluh ribu talenta. Ini mengacu kepada dosa yang dilakukan seorang saudara terhadap kita setelah kita beroleh selamat dan menjadi hamba Tuhan.
Perbuatan kita yang tidak mengampuni saudara yang berdosa terhadap kita akan memilukan saudara lain, dan mereka mungkin membawa perkara itu kepada Tuhan. Menyerahkan dalam ayat 34 mengacu kepada penanggulangan Tuhan atas kaum beriman-Nya pada kedatangan-Nya kembali. Jika kita tidak mengampuni saudara yang berdosa terhadap kita, kita akan didisiplinkan oleh Tuhan sampai kita mengampuni dia dari dalam hati kita, yaitu sampai kita membayar semua hutang kita. Kemudian Tuhan akan mengampuni kita. Inilah pengampunan dalam kerajaan. Ini menyiratkan bahwa jika kita tidak mengampuni saudara dari dalam hati kita hari ini, kita tidak akan diizinkan masuk ke dalam kerajaan pada zaman yang akan datang. Lihat cat. 322 dalam ps. 12.

Apa Perbedaan Memperoleh Hayat Yang Kekal didalam kitab Matius dan Kitab Yohanes?

Matius 19:16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"


Memperoleh hidup yang kekal bahasa aslinya adalah memperoleh hayat yang kekal. Memperoleh hayat yang kekal seperti yang dibicarakan dalam Matius berbeda dengan memperoleh hayat yang kekal yang dibiacarakan dalam Yohanes.
Matius membahas kerajaan, sedangkan Yohanes membahas hayat. Dalam Injil Yohanes, memperoleh hayat yang kekal adalah diselamatkan oleh hayat Allah yang bukan ciptaan, agar kita dapat hidup dengan hayat itu pada hari ini dan sampai selama-lamanya; tetapi dalam Injil Matius, memperoleh hayat yang kekal adalah mengambil bagian dalam realitas Kerajaan Surga dalam zaman ini dengta hayat kekal Allah dan mengambil bagian dalam manifestasi kerajaan dalam zaman yang akan datang, yang dengannya kita menimati hayat kekal Allah dengan lebih sempurna.

Apa yang dimaksud Masuk Kedalam Hidup?

Matius 19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."


Di sini, masuk ke dalam hidup berarti masuk ke dalam Kerajaan Surga (ay. 23). Kerajaan Surga adalah wilayah hayat kekal Allah. Karena itu, ketika kita masuk ke dalamnya, kita masuk ke dalam hayat Allah. Ini berbeda dengan beroleh selamat.
Beroleh selamat adalah memperoleh hayat Allah yang masuk ke dalam kita menjadi hayat kita, sedangkan masuk ke dalam Kerajaan Surga adalah masuk ke dalam hayat Allah untuk menikmati kekayaan hayat Allah.
Yang pertama adalah ditebus dan dilahirkan kembali oleh Rog Kudus, yang dengannya kita menerima hayat Allah; yang terakhir adalah hidup dan berperilaku dengan hayat Allah. Yang satu adalah perkara hayat; yang lain adalah perkara kerhidupan.

Apakah dengan Menuruti Seluruh Perintah Hukum Taurat, Kita Telah Sempurna?

Matius 19:20-21 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.


Menuruti segala perintah Allah dalam ayat 17, bukan syarat untuk beroleh selamat, melainkan berhubungan dengan memasuki Kerajaan Surga. Menurut konstitusi Kerajaan Surga, masuk ke dalam Kerajaan Surga menuntut kita bukan hanya memenuhi standar hukum lama, tetapi juga standar hukum baru pelengkap yang diberikan oleh Raja (5:17-48).
Keselamatan hanya menuntut kiita beriman, sedangkan Kerajaan Surga menuntut kebenaran yang melampaui (unggul) hasil dari pemeliharaan hukum lama dan hukum pelengkap yang diberikan oleh Raja surgawi.
Meskipun orang muda itu telah menuruti perintah-perintah hukum yang lama, seperti anggapannya sendiri, dia masih belum sempurna, tidak memenuhi standar syarat hukum baru yang melengkapi, karena dia tidak rela menjual miliknya dan menyimpan harta di surga, seperti yang dituntut oleh konstitusi kerajaan (6:19-21).
Mengikuti Tuhan adalah mengasihi Dia lebih daripada segala sesuatu (10:37-38). Ini adalah syarat tertinggi untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.