Showing posts with label Pertanyaan Penting Dalam Matius Pasal 6-10. Show all posts
Showing posts with label Pertanyaan Penting Dalam Matius Pasal 6-10. Show all posts

15.6.07

Mengapa Bapa Tidak Menyukai Orang yang Melakukan Perbuatan Baik secara Terbuka?

Matius 6:1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.




Karena ingin memuliakan diri sendiri, tubuh daging manusia selalui ingin melakukan perbuatan baik di hadapan manusia untuk mendapatkan pujian manusia.
Tetapi umat kerajaan, yang hidup di dalam roh yang kosong dan rendah, serta berjalan dalam hati yang murni dan tulus di bawah pemerintahan surgawi kerajaan, tidak diperbolehkan melakukan apa-apa di dalam daging untuk mendapatkan pujian manusia, tetapi harus melakukan segala hal dalam roh untuk menyenangkan Bapa surgawi mereka.

Apa Yang diMaksud Kerajaan Allah dan Kebenarannya?

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.




Kerajaan Allah dan kebenarannya Bahasa Aslinya adalah, Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Kerajaan Bapa adalah realitas Kerajaan Surga hari ini, realitas hidup gereja hari ini, dan akan menjadi manifestasi Kerajaan Surga pada masa yang akan datang. Kebenaran Bapa adalah kebenaran yang dinyatakan dengan memelihara hukum baru kerajaan, seperti yang disebutkan dalam 5:20. Kebenaran ini adalah Kristus, yang diperhidupkan oleh umat kerajaan. Karena umat kerajaan mencari kerajaan dan kebenaran Bapa surgawi lebih dulu, tidak hanya kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya yang akan diberikan kepada mereka, tetapi semua keperluan mereka juga akan ditambahkan kepada mereka.

Apa Yang Harus Aku Lakukan Untuk Dapat Masuk Kedalam Kerajaan Surga?

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.




Untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, kita perlu melakukan dua hal : menyeru nama Tuhan dan melakukan kehendak Bapa yang di surga.
Menyeru nama Tuhan melayakkan kita untuk diselamatkan (Rm. 10:13), tetapi untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, kita juga perlu melakukan kehendak Bapa yang di surga.
Karena itu, tidak semua orang yang berseru, "Tuhan, Tuhan," akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang menyeru nama Tuhan dan melakukan kehendak Bapa yang di surgalah yang akan masuk.
Karena masuk ke dalam Kerajaan Surga menuntut kita melakukan kehendak Bapa surgawi, hal ini jelas berbeda dengan masuk ke dalam Kerajaan Allah melalui kelahiran kembali (Yoh. 3:3, 5).
Pintu masuk Kerajaan Allah diperoleh melalui dilahirkan kembali dari hayat ilahi; pintu masuk Kerajaan Surga diperoleh melalui memperhidupkan hayat itu.

Mengapa Tuhan Tidak Mengenal Orang Yang Berseru Pada Hari Terakhir Tentang Perbuatannya Padahal Mereka Melakukan dalam Nama Tuhan?

Matius 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"




Mengenal di sini berarti memperkenankan. Kata yang sama dalam Rm. 7:15 diterjemahkan tahu. Tuhan tidak pernah memperkenan orang-orang yang bernubuat, mengusir setan, dan melakukan banyak mujizat (ay. 22) dalam nama-Nya tetapi tidak melakukan hal-hal itu menurut kehendak Bapa surgawi (ay. 21).
Tuhan tidak menyangkal bahwa mereka melakukan hal-hal itu, tetapi Dia menganggap hal-hal itu sebagai kejahatan karena hal-hal itu tidak dilakukan berdasarkan kehendak Bapa surgawi, tidak dilakukan sejalan dengan kehendak ilahi.
Jadi, orang-orang yang melakukan hal-hal itu, walaupun melakukannya dalam nama Tuhan, tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan akan diusir dari Tuhan, yaitu dikucilkan dari manifesatsi kerajaan pada zaman yang akan datang.

Apakah Makna dari Penyakit Kusta Dalam Alkitab?

Matius 8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."


Orang golongan pertama yang diselamatkan oleh Juruselamat rajani untuk menjadi umat kerajaan diwakili oleh orang kusta. Menurut contoh dalam Alkitab, kusta adalah akibat dari pemberontakan dan ketidaktaatan. Miriam terkena kusta karena dia memberontak terhadap wakil kekuasaan Allah (Bil. 12:1-10). Kusta Naaman dibersihkan karena ketidaktaatannya (2Raj. 5:1, 9-14).
Semua manusia yang jatuh telah menjadi kusta di pandangan Allah karena pemberontakan mereka dan membersihkan, mentahirkan mereka dari kusta agar mereka bisa menjadi umat kerajaan.
Orang kusta itu menyembah Raja baru dan menyebut-Nya, "Tuan", mengakui bahwa Dia adalah Tuhan Allah. Sebenarnya, Raja baru itu adalah Yehova Juruselamat – Yesus. Lihat cat. 211 dalam ps. 1.

Menurut hukum Taurat, orang kusta harus dikucilkan dari orang-orang lain, karena kenajisannya. Tidak seorang pun yang diizinkan menyentuhnya (Im. 13:45-46). Namun, Raja baru, sebagai seorang manusia dan sebagai Juruselamat rajani, menyentuh orang kusta itu. Benar-benar penuh rahmat dan simpati! Dengan sentuhan-Nya satu kali saja, penyakit kusta orang itu segera menjadi tahir. Pembersihan yang sungguh ajaib!

Dalam Pasal 8 Seorang Perwira mewakili Orang Kafir. Bagaimana mungkin?

Matius 8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:



Seorang perwira yang mengepalai seratus orang prajurit dalam pasukan Romawi.
Orang kusta dalam ay. 2-4 mewakili orang Yahudi, sedangkan perwira dalam ay. 5-13 mewakili orang bukan Yahudi.
Di hadapan Allah, orang Yahudi telah menjadi kusta, najis, karena pemberontakan dan ketidaktaatan mereka, sedangkan orang bukan Yahudi telah menjadi lumpuh, mati fungsinya, karena dosa mereka.
Juruselamat rajani mula-mula datang kepada orang Yahudi, kemudian kepada orang bukan Yahudi (Kis. 3:26, 13:46; Rm. 1:16, 11:11).
Orang Yahudi yang percaya diselamatkan oleh sentuhan langsung-Nya (ay. 3), sedangkan orang bukan Yahudi yang percaya, diselamatkan melalui iman kepada perkataan-Nya (ay. 8, 10, 13).

Mengapa Tuhan Mengatakan Bahwa Perwira itu Memiliki Iman yang Begitu Besar yang Tidak diditemukan Diantara Orang Israel?

Matius 8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel



Perwira itu, orang bukan Yahudi, mengenal kekuasaan Juruselamat rajani dan menyadari bahwa perkataan-Nya memiliki kekuasaan untuk menyembuhkan.
Jadi, dia percaya bukan hanya kepada Juruselamat rajani, tetapi juga percaya kepada perkataan-Nya, dan meminta agar Tuhan sendiri tidak usah pergi, melainkan hanya mengucapkan sepatah kata. Ini adalam iman yang lebih kuat, dan hal ini mencengangkan Juruselamat (ay. 10).

Mengapa Tuhan Yesus Menghardik Angin dan Danau? Seharusnya Menghardik Adalah Untuk yang Berpribadi.

Matius 8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.


Suatu bentakan tidak ditujukan kepada barang yang mati, melainkan ditujukan kepada barang yang berpribadi.
Raja membentak angin dan laut karena dalam angin ada malaikat yang jatuh milik Iblis (Ef. 6:12) dan dalam laut ada setan-setan (ay. 32).
Malaikat-malaikat jatuh di udara dan setan-setan di dalam air bekerja sama untuk menghambat Raja agar tidak bisa ke seberang, karena mereka tahu baha Ia akan mengusir setan-setan di sana (ay. 28-32).

Orang Yang Berusah Menyenangkan Allah dengan Usahanya adalah Orang yang Tidak Perlu Belaskasihan. Apakah Anda Perlu Allah Sebagai Tabib atau Sebagai H

Matius 9:12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.


Dengan memanggil orang untuk mengikut Dia bagi kerajaan, Raja Kerajaan Surga melayani sabagai seorang Tabib, bukan sebagai Hakim.
Penghakiman seorang hakim dilakukan berdasarkan keadilan, sedangkan penyembuhan yang dilakukan seorang tabib dilakukan berdasarkan rahmat dan kasih karunia.
Orang-orang yang dijadikan-Nya sebagai umat kerajaan surgawi-Nya adalah orang-orang kusta (8:2-4), orang lumpuh (8:5-13, 9:2-8), orang demam (8:14-15), orang yang dirasuk setan (8:16, 28-32), orang yang terkena bermacam-macam penyakit (8:16), pemungut cukai yang diremehkan, dan orang-orang dosa (ay. 9-11).
Jika Dia mengunjungi orang-orang yang kasihan itu sebagai seorang Hakim, semua orang itu akan menerima penghukuman dan ditolak, dan tidak seorang pun akan memenuhi syarat, dipilih, dan dipanggil untuk menjadi umat kerajaan surgawi-Nya.
Namun, Dia datang untuk menyembuhkan, memulihkan, menghidupkan, dan menyelamatkan mereka agar mereka dapat disusun kembali menjadi warga negara yang baru dan surgawi, yang dengannya Dia dapat mendirikan kerajaan surgawi-Nya di bumi yang rusak ini.
Perkataan Tuhan di ayat ini menyiratkan bahwa orang Farisi yang membenarkan diri sendiri tidak sadar bahwa mereka memerlukan Dia sebagai Tabib. Mereka menganggap diri mereka kuat, karena itu mereka dibutakan oleh sikap membenarkan diri sendiri itu. Mereka tidah tahu bahwa mereka sakit.

Manakah Lebih Berharga Melakukan Praktek Agama atau Kristus?

Matius 9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?



Ayat 10-13 mencatat penanggulangan Tuhan terhadap pertanyaan yang diajukan oleh orang Farisi, yang berasal dari agama yang usang. Di sini, dalam ay. 14-17, Tuhan menanggulangi persoalan dari murid-murdi Yohanes, yang berasal dari agama yang baru.
Yohanes Pembaptis telah membuang, melepaskan agama yang usang, dan memulai ministrinya di padang gurun, di luar agama (lihat cat. 12 dan 41 dalam ps. 3). Namun, setelah sejangka waktu, murid-muridnya membentuk agama baru yang menghalangi orang menikmati Kristus, sama seperti yang dilakukan oleh orang Farisi dari agama yang usang.
Ministri Yohanes Pembaptis adalah mengantar orang kepada Kristus agar Kristus bisa menjadi Penebus mereka, hayat mereka, dan segala sesuatu mereka. Namun, beberapa murid Yohanes telah menyimpang dari sasarannya, Kristus, berpaling kepada beberapa prakteknya, dan menjadikan praktek-praktek itu sebagai suatu agama.
Menjadi agamawi adalah melakukan sesuatu untuk Allah, tetapi tanpa Kristus. Melakukan apa saja, bahkan yang sesuai dengan Kitab Suci dan yang mendasar, tetapi tanpa penyertaan Kristus, adalah agamawi.
Murid-murid Yohanes yang berasal dari agama baru, dan orang-orang Farisi yang berasal dari agama yang usang, sama-sama berpuasa, tetapi tanpa Kristus. Sementara itu mereka menyalahkan murid-murid Kristus, yang tidak berpuasa melainakn memiliki Kristus bersama mereka dan hidup dalam penyertaan-Nya.

Siapakah Sahabat Mempelai Laki-laki dan Siapakah Mempelai Laki-laki dan Mempelai dan Perempuan?

Matius 9:15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa



Dalam menanggulangi orang Farisi yang membenarkan diri sendiri dan berbeda pendapat (yang berasal dari agama yang usang), Juruselamat yang rajani menunjukkan bahwa Dia adalah Tabib yang datang untuk menyembuhkan orang sakit (ay. 12).
Dalam menghadapi murid-murid Yohanes yang berbeda pendapat dan berpuasa (yang berasal dari agama yang baru), Dia mewahyukan diri-Nya sebagai Mempelai Laki-laki yang datang untuk mendapatkan mempelai perempuan.
Yohanes Pembaptis telah memberi tahu murid-muridnya bahwa Kristus adalah Mempelai Laki-laki yang datang untuk mendapatkan mempelai perempuan (Yoh. 3:25-29). Kini, Kristus, Juruselamat rajani, mengingatkan sebagian dari mereka akan hal ini.
Baik tabib maupun mempelai laki-laki, adalah orang yang menyenangkan. Juruselamat rajani mula-mula menyembuhkan para pengikut-Nya, kemudian membuat mereka menjadi sahabat-sahabat Mempelai Laki-laki; akhirnya, Dia akan membuat mereka menjadi mempelai perempuan-Nya.
Mereka seharusnya bersandar kepada-Nya bukan hanya sebagai Tabib mereka supaya hayat mereka bisa disembuhkan, tetapi juga sebagai Mempelai Laki-laki mereka, agar mereka bisa memiliki kenikmatan hidup dalam penyertaan-Nya. Mereka bersama Dia pada pernikahan yang menggembirakan, bukan tanpa Dia pada pemakaman yang menyedihkan.
Lalu bagaimana mereka dapat berpuasa dan bukan berpesta di hadapan-Nya? Pertanyaan yang menyatakan perbedaan pendapat dari murid-murid Yohanes menunjukkan bahwa beberapa dari mereka telah jatuh ke dalam agama yang baru dan telah menolak Juruselamat rajani.
Pertanyaan murid-murid Yohanes nampaknya berhubungan dengan doktrin. Namun, Tuhan tidak menjawab dengan doktrin, melainkan dengan satu persona, persona yang paling menyenangkan, Mempelai Laki-laki.
Orang-orang yang agamawi selalu memperhatikan doktrin mereka, bertanya "mengapa" secara doktrinal. tetapi Kristus hanya memperhatikan diri-Nya.
Kehidupan dan tindak tanduk para pengikut-Nya seharusnya diatur dan diarahkan hanya oleh diri-Nya dan hadir-Nya, bukan dengan doktrin apa pun.

Apakah Arti Perumpamaan Kain Yang Baru dan Yang Tua?

Matius 9:16 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.



Kain yang belum susut dalam bahasa aslinya adalah kain yang baru, masih berupa bahan.
Kata Yunaninya terbentuk dari kata tidak dan menyisir wol. Jadi istilah ini berarti tidak disisir, tidak diuapi dan tidak dicuci, tidak diselesaikan, tidak diregangkan, tidak diapa-apakan.
Kain yang belum susut melambangkan Kristus dari inkarnasi-Nya sampai penyaliban-Nya, sebagai selembar kain baru yang belum diapa-apakan, belum diselesaikan; sedangkan baju baru dalam Luk. 5:36 melambangkan Kristus sebagai jubah baru setelah "digarap" dalam penyaliban-Nya. (Istilah Yunani yang berarti baru dalam Luk. 5:36 sama dengan segar dalam mat. 9:17).
Mula-mula, Kristus adalah kain yang belum susut untuk membuat pakaian baru, kemudian, melalui kematian dan kebangkitan-Nya dijadikan pakaian baru untuk menutupi kita sebagai kebenaran kita di hadapan Allah, agar kita dapat dibenarkan oleh Allah dan diperkenan oleh-Nya (Luk. 15:22; Gal. 3:27; 1Kor. 1:30).
Jika secarik kain yang belum susut dijahitkan pada pakaian yang tua, ia akan menarik pakaian itu karena daya kerutnya, sehingga memperbesar koyaknya.
Menjahitkan secarik kain yang belum susut pada pakaian yang tua berarti meniru apa yang Kristus lakukan dalam hidup insani-Nya di bumi. Inilah yang diusahakan oleh kaum modernis. Mereka hanya meniru perbuatan insani Yesus untuk memperbaiki perilaku mereka; mereka tidak percaya kepada Yesus yang disalibkan sebagai Penebus mereka atau Kristus yang bangkit sebagai kebenaran mereka, supaya mereka dibenarkan oleh Allah dan diperkenan oleh-Nya. Perbuatan mereka meniru kehidupan insani Kristus malah "merobek pakaian tua’ mereka, yaitu perilaku mereka yang dihasilkan oleh hayat usang, alamiah mereka.
Umat kerajaan tidak melakukan hal ini; mereka mengambil Kristus yang tersalib dan bangkit sebagai pakaian baru mereka untuk menutupi diri mereka sebagai kebenaran mereka di hadapan Allah.
Pakaian atau baju yang tua melambangkan perilaku yang baik, perbuatan yang baik, dan praktek agamawi yang dihasilkan oleh hayat usang, alamiah manusia.

Kristus Adalah Anggur Yang Baru Apakah Maksudnya? Mengapa Tidak Dituang Pada Kantong Yang Tua

Matius 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.



Anggur yang baru di sini melambangkan Kristus sebagai hayat baru, penuh dengan semangat, merangsang orang sehingga bergairah.
Juruselamat rajani bukan hanya Mempelai Laki-laki bagi umat kerajaan untuk kenikmatan mereka, melainkan juga menjadi pakaian baru mereka untuk memperlengkapi mereka secara luaran, agar mereka bisa memenuhi syarat untuk menghadiri pernikahan.
Selanjutnya, Dia adalah hayat baru mereka untuk merangsang mereka dalam batin guna menikmati Dia sebagai Mempelai Laki-laki mereka.
Sebagai Raja surgawi, Dia adalah Mempelai Laki-laki untuk kenimatan umat kerajaan, dan kerajaan surgawi-Nya adalah pesta pernikahan-Nya (22:2). Saat itu mereka akan menikmati Dia.
Untuk menikmati Dia sebagai Mempelai Laki-laki dalam pesta kerajaan, mereka memerlukan Dia sebagai pakaian baru mereka secara luaran dan anggur baru mereka secara batiniah.
Kantong kulit yang tua melambangkan praktek agamawi, seperti berpuasa yang dilakukan dan dipertahankan oleh orang Farisi yang berasal dari agama yang usang, dan oleh murid-murid Yohanes yang berasal dari agama yang baru.
Semua agama adalah kantong kulit yang tua.
Anggur baru yang ditaruh di dalam kantong kulit yang tua akan mengoyakkan kantong kulit itu dengan kekuatan peragiannya.
Menaruh anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua berarti menaruh Kristus sebagai hayat yang menggairahkan ke dalam agama.
Inilah yang dipraktekkan oleh beberapa kelompok kekristenan hari ini. Mereka berusaha memasukkan Kristus ke dalam berbagai upacara, formalitas, dan praktek agamawi mereka. Umat kerajaan tidak seharusnya melakukan hal ini. Mereka harus menaruh anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang baru.

Apa Yang dimaksud dengan Kantong Kulit Yang Tua dan Yang Baru?

Matius 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.



Kantong kulit yang tua melambangkan praktek agamawi, seperti berpuasa yang dilakukan dan dipertahankan oleh orang Farisi yang berasal dari agama yang usang, dan oleh murid-murid Yohanes yang berasal dari agama yang baru.
Semua agama adalah kantong kulit yang tua. Anggur baru yang ditaruh di dalam kantong kulit yang tua akan mengoyakkan kantong kulit itu dengan kekuatan peragiannya.
Menaruh anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua berarti menaruh Kristus sebagai hayat yang menggairahkan ke dalam agama.
Inilah yang dipraktekkan oleh beberapa kelompok kekristenan hari ini. Mereka berusaha memasukkan Kristus ke dalam berbagai upacara, formalitas, dan praktek agamawi mereka. Umat kerajaan tidak seharusnya melakukan hal ini. Mereka harus menaruh anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang baru.

Kantong yang baru. Istilah baru di sini, dalam bahasa Yunani berarti baru dalam sifat, kualitas, atau bentuk; tidak terbiasa, belum pernah dipakai; jadi berarti segar.
Kantong kulit yang baru melambangkan hidup gereja dalam gereja lokal sebagai wadah bagi anggur baru, yaitu Kristus sendiri sebagai hayat yang menggairahkan. Umat kerajaan dibangun ke dalam gereja (16:18), dan gereja terekspresi melalui gereja-gereja lokal tempat hidup umat kerajaan (18:15-20). Mereka adalah orang-orang yang dilahirkan kembali yang menyusun Tubuh Kristus dan menjadi gereja (Rm. 12:5; Ef. 1:22-23).
Tubuh Kristus sebagai kepenuhan-Nya juga disebut Kristus (1Kor. 12:12), mengacu kepada Kristus yang korporat. Kristus yang individual adalah anggur yang baru, hayat yang menggairahkan di batin, dan Kristus yang korporat adalah kantong kulit yang baru, wadah luaran yang menampung anggur baru.
Bagi umat kerajaan ini bukan soal berpuasa atau praktek agama yang lain, melainkan soal hidup gereja dengan Kristus sebagai isinya. Kristus datang bukan untuk mendirikan agama bumiah yang berisi upacara-upacara, melainkan untuk mendirikan suatu kerajaan hayat yang surgawi.
Dia sedang mendirikan kerajaan semacam itu bukan dengan praktek agama yang mati, melainkan dengan diri-Nya sendiri, persona yang hidup, sebagai Juruselamat, Tabib, Mempelai Laki-laki, kain yang belum susut, dan anggur yang baru, bagi para pengikut-Nya untuk kenikmatan penuh mereka, agar mereka bisa menjadi kantong kulit yang baru untuk menampung diri-Nya dan bisa menjadi bahan penyusun kerajaan-Nya.

Apa Maksud Sebelum Kamu Selesai Mengunjungi Kota-kota Israel, Anak Manusia Sudah Datang?

Matius 10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.


Perkataan ini belum digenapi pada saat kedua belas rasul memberitakan sebelum penyaliban Kristus.
Hal ini baru akan digenapi pada masa kesusahan besar (24:21). Nubuat dalam ay. 17-23 sangat mirip dengan yang terdapat dalam 24:9-13.
Di sini Raja surgawi mengutus rasul-rasul untuk memberitakan Injil kerajaan kepada orang Yahudi.
Setelah bangkit, Dia mengutus rasul-rasul-Nya untuk memberitakan Injil kepada orang bukan Yahudi.
Setelah jumlah orang bukan Yahudi yang beroleh selamat digenapi, Dia akan mengutus rasul-rasul-Nya untuk memberitakan Injil kerajaan kepada orang-orang Yahudi lagi. Pada saat itu, perkataan ini akan digenapi, dan Dia akan datang.

Apa Yang Di Maksud Mempertahankan Nyawa?

Matius 10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.


Mempertahankan dalam bahasa aslinya adalah mendapatkan.
Mendapatkan hayat jiwa berarti mengizinkan jiwa memiliki kenikmatannya dan menghindari penderitaan.
Kehilangan hayat jiwa adalah membuat jiwa kehilangan kenikmatannya dan dengan demikian jiwa menderita.
Jika para pengikut Raja surgawi mengizinkan jiwa mereka memiliki kenikmatan pada zaman ini, jiwa mereka akan menderita kehilangan kenimatannya pada zaman kerajaan yang akan datang. Jika mereka mengizinkan jiwa mereka menderita kehilangan kenikmatannya pada zaman ini karena Raja, jiwa mereka akan mendapat kenimatan pada zaman kerajaan yang akan datang, yaitu mengambil bagian atas sukacita Raja dalam memerintah atas bumi (25:21, 23).