Showing posts with label Pertanyaan Penting Dalam Matius Pasal 21-24. Show all posts
Showing posts with label Pertanyaan Penting Dalam Matius Pasal 21-24. Show all posts

14.7.07

Tahukah anda selama Kunjungan TerakhirNya di Yerusalem. Tuhan Tidak Tidur di Yerusalem Tetapi di Betania, Kenapa?

Matius 21:17
Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.


Dalam kunjungan terakhir Tuhan ke Yerusalem, Ia menunaikan ministri-Nya hanya pada siang hari; setiap malam Dia pergi bermalam di betania, di lereng timur Bukit Zaitun (Mrk. 11:19; Luk. 21:37), lokasi rumah Maria, Marta, dan Lazarus, dan rumah Simon (Yoh. 11:1; Mat. 26:6).
Di Yerusalem Dia ditolak oleh para pemimpin agama Yahudi, tetapi di Betania Dia disambut oleh orang-orang yang mengasihi-Nya.

Karena Lapar Tuhan Mengutuk Pohon Ara yang Tidak Berbuah. Apakah Maksud dari ayat ini?

Matius 21:18-19 Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu


Kata lapar dalam ayat 18 menyatakan bahwa Tuhan lapar akan buah dari orang Israel, agar Allah dapat dipuaskan.
Pohon ara di sini adalah lambang bangsa Israel (Yer. 24:2, 5, 8). Pohon ini penuh dengan daun tetapi tidak ada buahnya; ini melambangkan bahwa pada saat itu bangsa Israel penuh dengan penampilan lahir tetapi tidak memiliki apa-apa untuk memuaskan Allah.

Kata tidak akan berbuah lagi melambangkan kutuk atas bangsa Israel. Dari saat itu, bangsa Israel benar-benar kering.

Orang-Orang Yahudi sebenarnya adalah anak sulung, tetapi kemudian kesulungan beralih kepada Gereja sebab apa hal ini terjadi?

Matius 21:31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah


Dalam Luk. 15:1-2, 11-32, Tuhan mengibaratkan para pemimpin Israel sebagai anak sulung, dan para pemungut cukai dan orang dosa sebagai anak kedua; tetapi di sini Tuhan mengibaratkan mereka dengan berkebalikan. Ini menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi adalah anak sulung Allah (Kel. 4:22) dan memiliki hak kesulungan. Namun, karena ketidakpercayaan mereka, hak kesulungan itu dialihkan kepada gereja, yang telah menjadi anak sulung Allah (Ibr. 12:23).

Siapakah yang dimaksud dengan Batu yang di buang oleh tukan-tukang bangunan?

Matius 21:42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita



Batu ini adalah Kristus, untuk pembangunan Allah (Yes. 28:16; Za. 3:9; 1Ptr. 2:4); para tukang bangunan adalah pemimpin orang Yahudi, yang tentu sudah menggarap bangunan Allah.
Kristus bukan hanya batu dasar (Yes. 28:16) dan batu utama (Za. 4:7), tetapi juga batu penjuru

Apakah Kerajaan Allah dan Kerajaan Sorga Berbeda?

Matius 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.


Kerajaan Allah sudah ada di antara orang Israel, tetapi Kerajaan Surga hanya sudah dekat (3:2, 4:17). Ini membuktikan bahwa Kerajaan Surga berbeda dengan Kerajaan Allah (Lihat dalam Matius Pasal 5 ayat 3).

Yesus Adalah Batu Penguji. Bagaimanakah seharusnya sikap kita padaNya?

Matius 21:44 [Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.]"


Ini adalah bangsa-bangsa, orang kafir yang tidak percaya, yang akan dipukul dan dihancurkan oleh Kristus pada saat kedatangan-Nya kembali (Dan. 2:34-35). Bagi kaum beriman, Kristus adalah batu dasar, Yang mereka percayai dan sandari (Yes. 28:16); bagi orang Yahudi yang tidak percaya, Dia adalah batu sandungan (Yes. 8:14; Rm. 9:33); dan bagi bangsa-bangsa Dia akan menjadi batu yang menghancurkan.

Apa Perbedaan Perumpamaan kebun Anggur dan Perumpamaan Perjamuan Kawin?

Matius 22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya


Perumpamaan kebun anggur dalam ps. 21 mengacu kepada Perjanjian Lama, yang di dalamnya terdapat Kerajaan Allah (21:43), sedangkan perumpamaan perjamuan kawin dalam pasal ini mengacu kepada Perjanjian Baru yang di dalamnya terdapat Kerajaan Surga.
Dalam perumpamaan sebelumnya (21:33-46) Tuhan menggambarkan bagaimana orang Yahudi yang sebelumnya ada di dalam Kerajaan Allah, akan dihukum, dan bagaimana Kerajaan Allah, akan diambil dari mereka dan diberikan kepada umat kerajaan. Dia memerlukan perumpamaan lain untuk menggambarkan bagaimana umat kerajaan, yang ada di dalam Kerajaan Surga, akan ditanggulangi dengan ketat. Kedua perumpamaan itu menunjukkan bahwa kerajaan adalah perkara yang serius.
Raja itu adalah Allah, dan anaknya adalah Kristus.

Dalam perumpamaan sebelumnya, Perjanjian Lama digambarkan seperti kebun anggur dengan fokusnya terutama pada perkara berjerih lelah di bawah hukum Taurat; dalam perumpamaan ini, Perjanjian Baru digambarkan seperti perjamuan kawin, dengan fokusnya terutama pada perkara kenikmatan di bawah kasih karunia.

Apakah Pakaian Pesta dan Mengapa Hal ini Begitu Penting Sehingga Tamu yang Tidak Mengenakannya Dicampakkan?

Matius 22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta


Pakaian pesta ini dilambangkan dengan pakaian bersulam dalam Mzm. 45:15 dan dilambangkan dengan kain lenan halus dalam Why. 19:8 (lihat cat. 2 di sana).
Inilah kebenaran yang unggul dari kaum beriman pemenang dalam 5:20 (lihat cat. 1 di sana). Orang yang tidak berpakaian pesta itu sudah beroleh selamat, karena dia sudah datang ke pesta pernikahan. Dia telah menerima Kristus sebagai kebenarannya sehingga dia dapat dibenarkan di depan Allah (1Kor. 1:30; Rm. 3:26), tetapi dia belum memperhidupkan Kristus sebagai kebenaran subyektifnya (Flp. 3:9) yang membuat dia dapat mengambil bagian dalam kenikmatan atas Kerajaan Surga.
Dia telah dipanggil kepada keselamatan, tetapi dia belum dipilih untuk menikmati Kerajaan Surga, yang hanya diberikan kepada kaum beriman pemenang saja.

Apakah Yang DiMaksud Dicampakkan Ke Dalam Kegelapan? Apakah Berarti Di Masukkan Kedalam Neraka?

Matius 22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi


Dicampakkan ke dalam kegelapan di luar, kegelapan yang paling gelap, bukan berarti binasa, melainkan ditanggulangi berdasarkan zaman, tidak diijinkan mengambil bagian dalam kenikmatan atas kerajaan selama zaman seribu tahun, karena tidak menempuh hidup yang menang berdasarkan Kristus.
Dalam zaman seribu tahun, kaum beriman pemenang akan beserta Kristus dalam kemuliaan kerajaan yang cerah (Kol. 3:4), sedangkan kaum beriman yang kalah akan menderita pendisiplinan dalam kegelapan yang di luar (lihat Pasal 8 Ayat 12)

Pertanyaan Diatas Segala Pertanyaan Yang Harus Di Jawab Setiap Orang?

Matius 22:42 "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud.


Seperti yang dilukiskan dalam 21:23-22:46, selama kunjungan terakhir-Nya ke Yerusalem, pusat Yudaisme, Kristus dikepung oleh imam-imam kepala, tua-tua, orang-orang Farisi, para pendukung Herodes, dan orang-orang Saduki, juga oleh ahli Taurat, yang berkomplot untuk menjerat-Nya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memusingkan dan menjebak.
Pertama, imam-imam kepala yang mewakili wewenang agama Yahudi, dan tua-tua, yang mewakili wewenang orang Yahudi mengajukan pertanyaan kepada-Nya tentang kuasa-Nya (21:23). Pertanyaan mereka sesuai dengan konsepsi agamawi mereka. Kedua, orang-orang Farisi, kaum fundamentalis, dan para pendukung Herodes, yang bergarah dalam politik, mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan politik. Ketiga, orang-orang Saduki, kaum modernis, mengajukan pertanyaan kepada-Nya mengenai kepercayaan dasar. Keempat, seorang ahli Taurat yang menganggap dirinya benar, mengajukan pertanyaan kepada-Nya tentang hukum Taurat.
Setelah menjawab semua pertanyaan mereka dengan bijaksana, Dia mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang Kristus. Ini adalah pertanyaan dari segala pertanyaan.
Pertanyaan mereka berhubungan dengan agama, politik, kepercayaan, dan hukum Taurat. Pertanyaan-Nya adalah mengenai Kristus, pusat segala sesuatu. Mereka mengetahui agama, politik, kepercayaan, dan hukum Taurat, tetapi mereka tidak memperhatikan Kristus.
Karena itu, Dia bertanya kepada mereka, "Bagaimana pendapatmu tentang Kristus?" Pertanyaan dari segala pertanyaan ini harus dijawab oleh setiap orang.

Pertanyaan Diatas Segala Pertanyaan

Matius 22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"



Kristus adalah Allah; dalam keilahian-Nya Dia adalah Tuhan Daud. Dia juga seorang manusia; dalam keinsanian-Nya Dia adalah Anak Daud.
Orang-orang Farisi hanya memiliki setengah pengetahuan Alkitab mengenai persona Kristus, yaitu Dia sebagai Anak Daud berdasarkan keinsanian-Nya. Mereka tidak memiliki setangah yang lain; yaitu Dia sebagai Anak Allah berdasarkan keilahian-Nya.

Apa Yang DiMaksud Dengan Parousia? Dan Bagaimanakah Urutan Kejadian Akhir Zaman?

Matius 24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"



Pertanyaan murid-murid menyangkut tiga perkara :
(1) waktu "hal-hal ini" akan terjadi, buan hanya mencakup penghancuran Bait Suci (ay. 2), tetapi juga hal-hal yang disebutkan dalam 23:32-39;
(2) tanda kedatangan Kristus; dan
(3) tanda kesudahan zaman. Perkataan Tuhan dari 24:4 – 25:46 menjawab pertanyaan murid-murid mengenai ketiga hal ini.

Kata Yunaninya, parousia, yang berarti penyertaan. Kedatangan Kristus akan menjadi penyertaan-Nya dengan umat-Nya.
Penyertaan/parousia ini akan dimulai dengan terangkatnya anak laki-laki (Why. 12:5) dan pengangkatan buah sulung (Why. 14:1-4) dan akan berakhir dengan penyataan diri-Nya di bumi bersama orang-orang kudus.
Selama masa parousia-Nya akan ada kesusahan besar (ay. 21; Why. 9:1-21, 11:14, 16:1-21), yang akan dimulai dengan malapetaka adikodrati (Why. 6:12-17, 8:7-12), turunnya Kristus ke angkasa (Why. 14:14), pengangkatan sebagian besar kaum beriman ke angkasa (1Tes. 4:15-17), takhta penghakiman Kristus (2Kor. 5:10), dan pernikahan Anak Domba (Why. 19:7-9). (Lihat bagan "Tujuh Puluh Minggu dan kedatangan Kristus, dengan Pengangkatan Orang Kudus" di bagian akhir Perjanjian Baru Versi Pemulihan).

Apakah Tanda kedatangan Tuhan dan Tanda Kesudahan Dunia?

Matius 24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!


Jawaban Tuhan memiliki tiga bagian : bagian pertama (ay. 4-31) mengenai orang-orang Yahudi, yang adalah orang-orang pilihan; kedua (ay. 32-25:30) mengenai gereja; dan ketiga (25:31-46) mengenai bangsa-bangsa lain.
Bagian pertama, tentang orang-orang Yahudi, harus ditafsirkan secara harfiah, sedangkan bagian kedua, tentang gereja, harus ditafsirkan secara rohani, karena disampaikan dalam perumpamaan untuk alasan yang diberikan dalam 13:11-13. Misalnya, musim dingin dalam ay. 20 adalah benar-benar musim dingin, tetapi musim panas dalam ay. 32 adalah lambang yang melambangkan masa pemulihan. Bagian ketiga, mengenai bangsa-bangsa, juga ditafsirkan secara harfiah.

Beberapa aspek dari nubuat dalam ay. 4-14 sudah digenapi, dan sebagian lagi dalam proses penggenapan. Pada saat kesusahan besar, yang akan menjadi kesudahan (akhir) zaman ini, nubuat ini akan digenapi sepenuhnya.

Apakah Perbedaan Antara Injil Kasih Karunia dan Injil Kerajaan?

Matius 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.


Injil kerajaan, yang meliputi Injil kasih karunia (Kis. 20:24), tidak hanya membawa manusia ke dalam keselamatan Allah, tetapi juga membawa mereka ke dalam Kerajaan Surga (Why. 1:9).
Injil kasih karunia menekankan pengampunan dosa, penebusan Allah, dan hidup kekal, sedangkan Injil kerajaan menekankan pemerintahan surgawi Allah dan wewenang Tuhan.
Injil kerajaan ini akan diberitakan ke seluruh bumi sebagai satu kesaksian kepada semua bangsa sebelum akhir zaman ini. Karena itu, pemberitaan itu, yang dilambangkan oleh kuda putih dari meterai pertama dalam Why. 6:1-2, akan menjadi satu tanda kesudahan zaman ini.
Injil kerajaan adalah kesaksian bagi semua bangsa (bukan Yahudi). Kesaksian ini harus disebarkan ke seluruh bumi sebelum akhir zaman ini, yaitu sebelum kesusahan besar

Kedatangan Kristus Yang Kedua memiliki Dua Aspek. Aspek Apakah itu?

Matius 24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.


Kedatangan Kristus yang kedua mempunyai dua aspek : satu adalah aspke rahasia, tersembunyi, berhubungan dengan kaum beriman-Nya yang berjaga-jaga; yang lain adalah aspek terbuka, berhubungan dengan orang Yahudi yang tidak percaya dan orang bukan Yahudi.
Kilat di sini melambangkan aspek terbuka, yang akan terjadi setelah kesusahan besar (ay. 29-30), sedangkan kedatangan pencuri dalam ay. 43 melambangkan aspek rahasia, yang akan terjadi sebelum kesusahan besar.
Kilat bisa dianggap tersembunyi di balik awan, menunggu kesempatan untuk memancarkan sinarnya. Demikian pula, Kristus akan diselubungi awan (Why. 10:1) di angkasa sejangka waktu dan kemudian tiba-tiba nampak seperti kilat yang memancarkan sinarnya ke bumi.
Karena itu, kedatangan Tuhan pada aspek seperti kilat akan menjadi tanda kesudahan parousia Tuhan (lihat cat. 33). Ini juga menyiratkan bahwa Tuhan seperti aliran listrik.

Apakah yang Disebut Bangkai dan Burung Nazar dalam Matius 24 : 28?

Matius 24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."


Berdasarkan konteksnya, ay. 15 dan 21 menyiratkan bahwa pada akhir zaman ini Antikristus akan menjadi penyebab kesusahan besar. Dialah yang perlu dihakimi dan dibinasakan.
Semua orang yang ada di dalam Adam sudah mati (1Kor. 15:22); jadi, Antikristus jahat yang dengan pasukan jahatnya akan berperang melawan Tuhan di Harmagedon (Why. 19:17-21) adalah mayat yang busuk di pandangan Tuhan, hanya cocok untuk dijadikan makanan burung nasar.
Selanjutnya, dalam Kitab Suci, Tuhan dan semua orang yang percaya kepada-Nya diibaratkan seperti burung elang (Kel. 19:4; Ul. 32:11; Yes. 40:31), dan pasukan penghancur yang cepat diibaratkan seperti elang yang terbang (Ul. 28:49; Hos. 8:1). Karena itu, burung nasar di sini, sebagai burung pemakan bangkai yang mirip elang, tentu mengacu kepada Kristus dan para pemenang-Nya, yang akan datang sebagai pasukan yang terbang dengan pesat untuk berperang melawan Antikristus bersama pasukannya dan membinaskan mereka di Harmagedon, dengan demikian melaksanakan penghakiman Allah atas mereka.
Ini tidak hanya menunjukkan bahwa pada penampakan-Nya, Kristus bersama orang kudus-Nya yang menang akan menampakkan dirii di tempat Antikristus dan pasukannya berada, tetapi juga menunjukkan bahwa Kristus bersama para pemenang-Nya akan menampakkan diri dengan cepat dari angkasa, seperti burung nasar. Ini berhubungan dengan cahaya kilat dalam ayat sebelumnya.

Matius 24 : 32 Adalah Sebuah Nubuat. Tahukah Bahwa nubuat ini telah diGenapi?

Matius 24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.


Pohon ara, yang melambangkan bangsa Isarel, dikutuk dalam 21:19 (lihat cat. di sana). Pohon ini melewati musim dingin yang panjang, dari abad pertama sampai tahun 1948, ketika Israel dipulihkan sebagai suatu bangsa dan negara. Pada saat itu ranting-rantingnya mulai melembut dan bertunas. Bagi kaum beriman, pohon ara ini adalah tanda kesudahan zaman ini.

Ranting-rantingnya melembut melambangkan pemulihan hayat.

Mulai bertunas melambangkan memiliki kegiatan-kegiatan luar.
Musim dingin melambangkan masa kering (21:19), masa kesusahan (ay. 7-21); musim panas melambangkan zaman kerajaan yang terpulih (Luk. 21:30-31), yang akan dimulai pada kedatangan Tuhan kali kedua.

Apakah Maksud Ayat Ini Adalah Masuk Neraka atau Apa? Padahal Orang Ini Adalah Hamba Tuhan.

Matius 24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.


Mengacu kepada dikerat dari Kristus yang mulia, dari kemuliaan kerajaan-Nya, dan dari penyertaan-Nya, tidak dapat mengambil bagian dalam Kristus dan kemuliaan kerajaan-Nya dalam amnifestasi kerajaan yang akan dinikmati oleh hamba-hamba yang setia (ay. 45, 25:21, 23). Ini berhubungan dengan dibuang... ke dalam kegelapan yang paling gelap dalam kesimpulan perumpamaan talenta (25:14-30), yang melengkapi bagian ini, ay. 45-51.

Injil yang diberitakan Perjanjian Baru kepada kita adalah Injil Kerajaan (Mat. 3:1-2, 4:17, 23, 10:7, 24:14). Kita telah dilahirkan kembali ke dalam kerajaan (Yoh. 3:5) dan telah dipindahkan ke dalam kerajaan (Kol. 1:13). Sekarang kita berada di dalam kerajaan (Why. 1:9), yang hari ini adalah kehidupan gereja yang wajar (Rm. 14:17). Namun, tempat kita berada sekarang dan yang ada di dalam gereja hari ini adalah kerajaan dalam realitasnya, sedangkan yang akan datang dengan kembalinya Kristus kelak akan menjadi kerajaan dalam manifestasinya.
Kerajaan dalam realitasnya, atau realitas kerajaan, adalah suatu pelatihan dan suatu pendisiplinan bagi kita (Mat. 5:3, 10, 20, 7:21) di dalam gereja hari ini; sedangkan kerajaan dalam manifestasinya, atau manifestasi kerajaan, akan menjadi suatu pahala dan suatu kenikmatan bagi kita (Mat. 16:27, 25:21, 23) di dalam Kerajaan Seribu Tahun pada zaman yang akan datang. Jika kita menerima pelatihan Roh itu dan pendisiplinan Allah di dalam realitas kerajaan hari ini, kita pasti menerima pahala Tuhan dan masuk ke dalam kenikmatan perhentian Sabat yang akan datang (4:9) di dalam manisfestasi kerajaan dalam zaman yang akan datang; kalau tidak, kita akan kehilangan kerajaan yang akan datang, tidak akan mendapat pahala manifestasi kerajaan pada waktu Tuhan datang kembali, tidak mempunyai hak untuk masuk ke dalam kemuliaan kerajaan guna berbagian dalam pemerintahan Kristus di dalam Kerajaan Seribu Tahun, dan akan kehilangan hak kesulungan kita sehingga kita tidak dapat mewarisi bumi di dalam zaman yang akan datang, tidak dapat menjadi imam-imam rajani yang melayani Allah dan Kristus di dalam penyataan kemuliaan-Nya, dan lebih lagi tidak dapat menjadi raja bersama Kristus, berkuasa atas seluruh bangsa dengan otoritas ilahi-Nya (Why. 20:4, 6).
Kehilangan kerajaan yang akan datang, kehilangan hak kesulungan ini tidaklah berarti bahwa akan binasa, melainkan hanya akan kehilangan pahala, bukan kehilangan keselmatan. Lihat cat. 352 dalam ps. 10. Kita akan menderita kerugian, tetapi tetap akan diselamatkan, namun seperti dari dalam api (1Kor. 3:14-15). Ini adalah konsepsi yang mendasari kelima peringatan yang diberikan kitab Ibrani dan yang terlihat di mana-mana. Semua butir negatif dari peringatan-peringatan ini berhubungan dengan keilangan pahala dalam kerjaan yang akan datang; sedangkan semua butir positifnya berhubungan dengan pahala dan kenikmatan kerajaan.
Ketujuh surat rasul dalam Why. 2 dan 3 juga diakhiri dengan konsepsi yang sama – mendapatkan pahala kerajaan atau kehilangan kerajaan. Hanya dalam terang konsepsi inilah kita dapat dengan benar memahami dan dengan tepat menerapkan firman dalam Mat. 5:20,