28.9.07

Tahukah, bhwa semua Kenikmatan Hasil dari Kesuksesan akan berakhir?

Hanya Hayat yang akan teryus mengalir sampai kekal
Yohanes 7:37
Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
Yohanes 7:38
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."


Hari terakhir di sini melambangkan bahwa semua kenikmatan yang dihasilkan oleh kesuksesan hidup manusia akan mencapai kesudahannya. Hayat jasmani dari setiap makhluk pasti ada "hari akhirnya."

Aliran-aliran air hidup mengacu kepada banyak aspek aliran hayat (cf. Rm. 15:30; 1Tes. 1:6; 2Tes 2:13; Gal. 5:22-23), hayat ini bersumber pada sungai air hayat yang unik itu (Why. 22:1), yaitu Roh hayat Allah (Rm. 8:2).

Roh Allah sudah ada sejak semula, Roh apa yang di maksud belum datang?

Yohanes 7:39
Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.


Sejak semula Roh Allah sudah ada (kej. 1:1-2), tetapi pada saat Tuhan mengucapkan perkataan ini, Roh itu, yaitu Roh Kristus (Rm. 8:9), Roh Yesus Kristus (Flp. 1:19), belum ada, karena Tuhan belum dimuliakan. Yesus mendapatkan mulia ketika Dia bangkit (Luk. 24:26). Ketika Dia bangkit, Roh Allah menjadilah Roh Yesus Kristus yang telah berinkarnasi, mati tersalib, dan bangkit. Pada malam hari kebangkitan-Nya, Kristus telah menghembuskan Roh ini ke dalam murid-murid-Nya (20:22). Kini Roh itu adalah “Penghibur yang lain”, yaitu Roh realitas yang dijanjikan Kristus sebelum kematian-Nya (14:16-17). Ketika Roh ini hanya sebagai Roh Allah, Dia hanya memiliki unsur ilahi; setelah Dia menjadi Roh Yesus Kristus, melalui Kristus menjadi daging, mati di atas salib, dan bangkit, Roh ini memiliki baik unsur ilahi maupun unsur insani, pula memiliki semua esens dan realitas Kristus menjadi daging, mati di atas salib, dan bangkit. Jadi, Roh itu kini adalah Roh Yesus Kristus yang almuhit, menjadi air hidup untuk kita terima (ay. 38-39).

Bagaimana Seharusnya kita mengenal Kristus?

Yohanes 7:41
Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!



Tuhan lahir di Betlehem (Luk. 2:4-7), tetapi dibesarkan di Nazaret dari Galilea. Saat itu, Nazaret adalah tempat yang dipandang rendah. Dia adalah keturunan Daud, namun Dia datang menjadi orang Nazaret (Mat. 2:23).
Dia tumbuh "sebagai tunas dari tanah Kering", "tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada", "rupa pun tidak sehingga kita mengindahkannya", dan "Ia dihina dan dihindari orang" (Yes. 53:2-3).
Karena itu, kita tidak seharusnya mengenal Kristus menurut daging (2Kor. 5:16), tetapi harus mengenal-Nya menurut Roh.

Injil Yohanes Mencatat Sembilan Kasus yang Membuktikan Tuhan adalah Hayat dan Suplai Hayat, Kasus dalam Pasal 8 Mewahyukan Apa?

Yohanes 8:3
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

Dalam Injil ini tercatat sembilan kasus yang membuktikan bahwa Tuhan adalah hayat dan suplai hayat. Enam kasus pertama tercatat dalam ps. 3-7, membentuk satu kelompok tanda yang menyatakan bahwa, pada aspek positifnya, Tuhan adalah hayat dan suplai hayat kita, agar kita dilahirkan kembali, dipuaskan, disembuhkan, dihidupkan, dirawat, dan dileraikan rasa hausnya. Tiga kasus terakhir tercatat dalam ps. 8-11, membentuk satu kelompok tanda yang menyatakan bahwa, di aspek negatif, Tuhan adalah hayat kita, untuk menyelamatkan kita terlepas dari dosa, kebutaan, dan kematian, tiga kematian unsur utama perkara negatif.
Kasus dalam pasal ini mewayukan kepada kita segala perkara yang berkaitan dengan dosa : (1) sumber dosa – Iblis; (2) tiga butir utama dosa – perzinaan dan percabulan, membunuh orang, berdusta (ay. 3), 41, 44); (3) perbudakan atau perhambaan dosa; (4) akhir atau akibat dosa – kematian; (5) Persona yang tanpa dosa – Tuhan; (6) Persona yang bersyarat menghakimi dosa – Tuhan; (7) Persona yang bersyarat mengampuni dosa – Tuhan; (8) Persona yang sanggup melepaskan manusia dari dosa – Tuhan. Tuhan adalah Allah yang kekal ada, adalah "Aku adalah" yang agung, telah menjadi Anak Manusia dan ditinggikan di atas salib untuk memikul dosa kita, sebab itu Dia bersyarat mengampuni dosa kita. Selain itu, Tuhan, sebagai Allah Sang kekal, bisa masuk ke dalam kita menjadi hayat dan terang untuk menyelamatkan kita dari perbudakan dan kegelapan dosa.
Kasus dalam pasal ini juga memperlihatkan bahwa agama (diwakili oleh Bait Suci – ay. 2, 20) hukum Taurat (ay. 5, 17) tidak bisa menolong manusia terlepas dari dosa dan kematian; tetapi Tuhan Yesus, Sang "Aku adalah" ini, telah menjadi Anak Manusia, ditinggikan di atas salib bagi manusia yang diracuni ular, mampu melakukan perkara yang tidak bisa dilakukan baik oleh agama maupun oleh hukum Taurat. Pasal ini memperlihatkan kepada kita bahwa Kristus, "Aku adalah; Yang agung ini, bukan hanya bertentangan dengan dosa dan kematian, tetapi juga bertentangan dengan agama dan hukum Taurat.